PONTIANAK — Ratusan kader PMII dari berbagai daerah di Kalbar memadati Sekretariat PKC PMII Kalbar, Sabtu (11/7/2026). Mereka mengikuti Ngaji Kebangsaan bertema “Membangun Generasi Intelektual yang Moderat, Nasionalis, dan Berakhlakul Karimah dalam Menjaga Persatuan Bangsa.”
Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Ali Masykur Musa yang juga Ketua Umum PB PMII periode 1991–1994. Ia membuka sesi dengan mengajak seluruh peserta menyanyikan Mars PMII sebagai peneguhan semangat perjuangan organisasi.
Adab Dulu, Baru Ilmu: Kritik untuk Generasi Gawai
Dalam tausiyahnya, Prof. Ali menyoroti kebiasaan generasi muda yang kerap membuka gawai lebih dulu saat bangun tidur ketimbang beribadah. Ia menegaskan, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar intelektualitas, melainkan krisis moral dan karakter.
“Banyak orang yang pandai, alim, tapi kalau ilmu batiniah dan rohaniahnya hilang, maka tidak ada nilainya. Hati itu seperti cermin. Kalau kotor, cahaya Tuhan tidak akan bisa memantul ke dalam diri kita,” ujarnya.
Mantan anggota BPK RI itu mengingatkan, kader PMII harus membangun kedisiplinan diri dengan membiasakan bangun lebih awal, salat malam, dan menjaga kebersihan hati sebagai fondasi kepemimpinan.
ICE: Tiga Pilar Sukses dari Pengalaman Tiga Presiden
Berbekal pengalaman panjang sebagai birokrat, politisi, dan komisaris BUMN di era tiga presiden, Prof. Ali memperkenalkan rumus sukses yang disebut konsep ICE. Akronim itu terdiri dari Integrity, Care, dan Excellence.
Integritas, menurutnya, adalah modal utama. “Begitu seseorang tidak dipercaya atas integritasnya, saat itu pula orang tersebut tidak akan dipakai lagi,” tegasnya di hadapan para peserta.
Pilar kedua, Care, menekankan pentingnya kepedulian dan kerja sama tim. “Membangun teamwork itu wajib. Hidup itu harus berbagi, harus bersinergi, jangan individualistis,” katanya, mengibaratkan kolaborasi seperti permainan sepak bola yang hanya menang lewat kekompakan.
Sementara Excellence mendorong setiap kader unggul di bidang akademik dan organisasi. Ia menyelingi motivasi dengan humor yang mengundang tawa peserta. “Kader PMII harus jadi yang terbaik. Kalau IPK-nya 3,5 ke atas, itu namanya Madecer, Masa Depan Cerah. Kalau di bawah 3, itu Madesu, Masa Depan Suram,” ucapnya.
Harapan Besar untuk Kader Daerah
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Mabinda PKC PMII Kalbar Prof. Dr. H. Zaenuddin, Sekretaris Umum IKA-PMII Kalbar Didi Darmadi, Ketua PKC PMII Kalbar Ach. Syukron, serta tokoh senior pergerakan H. Irsan.
Melalui Ngaji Kebangsaan ini, PKC PMII Kalbar berharap kader semakin kokoh memegang nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, nasionalisme, dan kepemimpinan berintegritas. “Perpaduan kecerdasan intelektual, moralitas, dan semangat kebangsaan akan melahirkan pemimpin masa depan yang membawa kemaslahatan,” tutup Prof. Ali.