KALIMANTAN BARAT — Kesepakatan yang sudah berjalan lebih dari sebulan dan mencapai angka 45 juta euro itu kandas di menit akhir. Padahal, kedua klub dan pemain disebut telah sepakat secara lisan. Keputusan ini diambil usai hasil pemeriksaan medis lanjutan menunjukkan temuan yang membuat Setan Merah menghentikan proses transfer sebelum pengumuman resmi.
Operasi Meniskus Agustus Lalu Jadi Titik Kritis
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, sumber kekhawatiran MU adalah riwayat cedera yang dialami Ederson pada Agustus tahun lalu. Gelandang berusia 27 tahun itu menjalani operasi artroskopi untuk menangani cedera meniskus di lutut kanannya.
Meski demikian, Ederson tetap tampil penuh musim lalu. Ia mencatatkan 3.169 menit bermain di semua kompetisi bersama Atalanta, termasuk 30 laga Serie A dan sembilan pertandingan Liga Champions. Catatan itu membuat klub asal Bergamo yakin kondisi pemainnya bugar.
Penilaian Berbeda antara Atalanta dan Manchester United
Atalanta tetap percaya diri dengan kebugaran Ederson. Namun, hasil evaluasi medis MU berbeda. Klub asuhan Erik ten Hag menilai kondisi lutut kanan Ederson belum memenuhi standar fisik Premier League yang keras.
Kekhawatiran terhadap risiko cedera jangka panjang menjadi faktor utama. Manchester United memilih mundur meskipun proses transfer sudah hampir rampung.
Atalanta Siapkan Kontrak Baru, MU Beralih ke Manu Kone
Kegagalan ini memaksa Atalanta menyusun rencana cadangan. Kontrak Ederson berlaku hingga 2027, dan klub kini mempertimbangkan menawarkan perpanjangan kontrak jika tidak ada tawaran lain dalam beberapa pekan ke depan.
Di sisi lain, MU dikabarkan sudah mengalihkan target ke gelandang AS Roma, Manu Kone. Performa impresif pemain Prancis itu di Piala Dunia 2026 disebut sebagai faktor utama. Namun, Corriere dello Sport melaporkan Roma hanya bersedia melepas Kone dengan banderol minimal 55 juta euro, lebih mahal dari harga Ederson.