KALIMANTAN BARAT — Keputusan ini diumumkan setelah Portugal gagal total di Piala Dunia 2026. Roberto Martinez didepak usai Cristiano Ronaldo dkk. tersingkir di babak 16 besar setelah kalah 0-1 dari Spanyol. Kini, Jesus dipercaya membangun ulang skuad Selecao das Quinas.
Puncak Karier 36 Tahun di Level Klub
Jesus bukan nama baru di sepak bola Portugal. Ia pernah menukangi Sporting CP dan Benfica, dua klub raksasa Liga Portugal. Total, ia mengoleksi 25 trofi sepanjang karier kepelatihannya.
Trofi tersebut termasuk tiga gelar liga bersama Benfica, satu gelar di Flamengo (Brasil), serta masing-masing satu titel di Al Hilal dan Al Nassr (Arab Saudi). Ia meninggalkan Al Nassr setelah membawa klub itu juara Liga Arab Saudi musim lalu.
Misi Pertama: Tiket Euro 2028 dan Pertahanan Nations League
Tugas langsung Jesus cukup berat. Ia harus memastikan Portugal lolos ke Euro 2028 dan mempertahankan gelar Nations League. Dua kompetisi itu menjadi batu loncatan sebelum Piala Dunia 2030 yang digelar bersama Spanyol dan Maroko.
Kehadiran Jesus juga berarti reuni dengan Cristiano Ronaldo. Keduanya pernah bekerja sama di Al Nassr musim lalu. Kini, duet pelatih-pemain itu akan diuji di level internasional.
Mengapa Jesus Jadi Pilihan Tepat?
Menurut laporan The Athletic, Jesus adalah kandidat utama sejak Martinez hengkang. Pengalaman Jesus menangani tim-tim besar Eropa dan Timur Tengah jadi pertimbangan utama. Ia dianggap mampu membawa stabilitas dan mental juara ke ruang ganti Portugal.
“Ini adalah puncak karier saya. Melatih timnas negara sendiri adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” demikian pernyataan Jesus dalam rilis resmi FPF.
Jadwal Perdana dan Target Minimalis
Jesus akan memulai tugasnya pada jeda internasional September mendatang. Laga uji coba melawan tim kuat Eropa dijadwalkan untuk menguji formasi barunya. Publik Portugal berharap Jesus bisa mengembalikan kejayaan timnas yang sempat juara Euro 2016.
Dengan kontrak hingga 2030, target realistis adalah konsistensi di turnamen besar. Jesus harus membuktikan bahwa pengalaman 36 tahun di klub bisa diterjemahkan ke level tim nasional.