KALIMANTAN BARAT — WhatsApp mulai menggelar alat perluasan foto berbasis Meta AI kepada sejumlah pengguna terpilih di aplikasi iOS, termasuk lewat program beta TestFlight. Fitur ini memungkinkan gambar diperluas melewati batas aslinya langsung dari editor foto dalam chat, dan sudah turut muncul di beta Android serta sebagian pengguna versi publik iOS.
Pengujian fitur perluasan foto WhatsApp menyasar segmen pengguna beta lebih dulu, dengan cakupan awal yang masih terbatas. Laporan WABetaInfo menyebut alat ini memakai model Meta AI untuk menganalisis gambar dan menghasilkan versi yang diperluas, bukan sekadar memotong atau memperbesar kanvas secara manual.
Ketersediaan di jalur beta biasanya menjadi sinyal awal sebelum fitur dilepas lebih luas. Sebagian pengguna versi publik iOS dilaporkan sudah bisa mengakses opsi ini, meski WhatsApp belum memberi tenggat resmi kapan perluasan global dilakukan.
Saat pengguna memilih foto di dalam chat, WhatsApp membuka editor gambar. Di sana tersedia sejumlah efek AI, dan salah satunya adalah opsi memperluas foto.
Setelah opsi dipilih, Meta AI membutuhkan beberapa detik untuk menganalisis foto dan menghasilkan versi yang diperluas. Hasilnya ditampilkan kembali di editor, lalu pengguna bisa memutuskan untuk mengirimkannya.
Fitur ini juga kompatibel dengan pembaruan status, sehingga hasil perluasan bisa dipakai untuk konten yang lebih luas dari sekadar pesan pribadi. Jika hasilnya kurang memuaskan, pengguna dapat menekan tombol undo untuk kembali ke gambar asli dan mencoba lagi agar mendapat hasil berbeda.
Uji coba paling masif terlihat di kalangan pengguna beta WhatsApp melalui TestFlight di iOS. Jalur ini biasa dipakai WhatsApp untuk menguji fitur sebelum masuk ke versi stabil.
Selain iOS, opsi serupa disebut sudah muncul di beta Android. Sejumlah pengguna versi publik iOS juga mendapat akses lebih awal, indikasi bahwa peluncuran yang lebih luas tidak terlalu jauh dari sekarang.
WhatsApp belum mengumumkan versi minimum aplikasi maupun jadwal resmi perluasan ke semua pengguna. Pengguna yang ingin mencoba lebih awal bisa memantau program beta di platform masing-masing.
Alat perluasan gambar sebenarnya bukan hal baru di ekosistem mobile. Pengguna iPhone dengan akses Apple Intelligence sudah punya fitur Extend di aplikasi Photos, yang memungkinkan gambar diperluas dengan cubit atau tarik melewati batas aslinya.
Fitur serupa juga lazim di chatbot AI seperti ChatGPT dan platform penyunting gambar seperti Photoshop. Kehadiran alat ini di WhatsApp menandai pergeseran editor foto pesan instan dari sekadar filter dan coretan menjadi ruang kerja AI generatif.
Bagi pelaku bisnis digital, kemampuan memperluas foto berpotensi memangkas kebutuhan produksi visual tambahan untuk katalog produk atau materi promosi yang dikirim lewat WhatsApp Business. Namun karena masih beta, keandalan hasil dan konsistensi kualitas belum bisa dijadikan acuan operasional.
WhatsApp merupakan salah satu aplikasi pesan paling dominan di Indonesia, dengan basis pengguna yang mencakup konsumen maupun UMKM. Kehadiran fitur AI di editor foto memperluas paparan teknologi generatif ke segmen yang mungkin belum pernah memakai alat penyuntingan berbasis AI.
Belum ada keterangan apakah fitur ini akan tersedia tanpa syarat perangkat tertentu, misalnya dukungan chip khusus untuk AI on-device. Model Meta AI yang dipakai WhatsApp berjalan di sisi platform, sehingga secara teknis tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan perangkat pengguna.
Yang perlu dicermati adalah soal privasi: foto yang diproses akan dikirim ke infrastruktur Meta AI untuk dianalisis. WhatsApp belum merinci bagaimana kebijakan penyimpanan dan pemrosesan data gambar dalam fitur ini, dan apakah ada opsi menonaktifkannya.
Uji coba di jalur beta TestFlight dan Android menjadi penanda bahwa fitur perluasan foto kemungkinan masuk ke versi stabil dalam beberapa bulan ke depan. Pantau pembaruan aplikasi di App Store dan Google Play untuk melihat ketersediaannya di perangkat masing-masing.