iPhone Duo Tuai Kritik Pembaca: Kamera dan Face ID Jadi Dealbreaker

Penulis: Pandu Wibisono  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 16:06:31 WIB
Diskusi soal iPhone Duo memicu 329 komentar di YouTube dan 176 di Reddit.

KALIMANTAN BARAT — Sebanyak 329 komentar di video YouTube dan 176 di Reddit membanjiri diskusi soal trade-off iPhone Duo, foldable pertama Apple seharga USD 2.000. Dari kamera tanpa telephoto sampai absennya Face ID, sebagian pembaca Tom's Guide menyebut kompromi ini sebagai dealbreaker — tapi 63% responden tetap bilang mau beli.

Editor global Tom's Guide, Mark Spoonauer, membedah sejumlah kompromi iPhone Duo lewat sebuah video YouTube. Ia menyoroti kamera, ketiadaan Face ID, bobot, daya tahan baterai, dan harga sebagai titik yang paling banyak diperdebatkan. Respons pembaca pun terbelah: sebagian menganggapnya kesepakatan wajar, sebagian lain merasa harga USD 2.000 tidak sepadan dengan yang didapat.

Kamera Tanpa Telephoto: Keluhan Paling Ramai

iPhone Duo tidak dibekali kamera telephoto, sehingga hasil zoom disebut bakal lebih buram dibanding iPhone 18 Pro Max. Ironinya, iPhone 18 Pro Max dibanderol USD 800 lebih murah dan justru punya aperture variabel generasi baru.

“I kinda like the Duo. But I'm not paying top dollar for a worse camera. That's the biggest issue,” tulis pengguna Throwtheamiibosaway di Reddit.

Pengguna @FairchildV menegaskan hal serupa di kolom komentar YouTube. Menurutnya, kamera pro adalah ekspektasi wajar di harga USD 2.000, dan ketiadaan itu bisa jadi dealbreaker besar bagi yang serius soal foto dan video.

Di sisi lain, @EricK-vw5wh justru mengingatkan bahwa perangkat ini smartphone, bukan kamera khusus. Argumennya, harga mahal tidak otomatis berarti harus pakai kamera kelas atas — kalau mau kamera terbaik, beli lini Pro.

Face ID Hilang, Touch ID Kembali

Ketiadaan Face ID bukan pilihan desain, melainkan keterbatasan ruang di bodi foldable untuk menampung sensor yang dibutuhkan. Sebagai gantinya, iPhone Duo memakai Touch ID — teknologi yang sudah ditinggalkan Apple sejak era iPhone X.

Sejumlah pembaca menilai ini bukan kemunduran besar. @chocoloco9985 menyebut pemilik Apple Watch nyaris tidak akan merasakannya karena jam tangan bisa membuka kunci ponsel otomatis. @Tejae504 bahkan mengaku lebih suka Touch ID, terutama saat bangun pagi ketika Face ID sering gagal mengenali wajah.

Namun @g0nk punya alasan berbeda. Baginya, absennya Face ID adalah dealbreaker mutlak karena jari yang menderita arthritis sulit menempel sensor berulang kali.

Baterai 31 Jam vs 45 Jam: Seberapa Penting?

Apple memperkirakan iPhone Duo tahan 24 jam pemakaian normal, sementara Pro Max mencapai 30 jam. Selisihnya melebar di pengujian pemutaran video: Duo tercatat 31 jam, sedangkan iPhone 18 Pro Max menembus 45 jam.

Pengguna @dlsme menilai angka itu tidak relevan untuk kebanyakan orang. Menurutnya, siapa pun yang punya pekerjaan atau butuh istirahat tidak akan menonton video selama itu, sehingga keluhan soal baterai terasa berlebihan.

Dua Perangkat Jadi Satu: Nilai Jual Utama

Di tengah kritik, sebagian pembaca melihat iPhone Duo sebagai pengganti dua perangkat sekaligus. @Heartlessgamer_3242 berpendapat Duo bukan downgrade dibanding lini Pro jika penggunanya tidak terlalu mementingkan kamera. Layar besar dan mode dual-screen justru jadi nilai tambah untuk multitasking dan menonton konten.

Ketika ditanya apakah akan membeli iPhone Duo, 63% responden atau 3.429 orang menjawab ya. Angka itu menunjukkan minat pasar terhadap foldable pertama Apple tetap tinggi, terlepas dari daftar komprominya.

Sebagai perangkat generasi pertama, iPhone Duo memang belum sempurna. @out_of_focus_foto menutup debat dengan catatan sederhana: ia menyesal tidak membeli iPhone generasi pertama saat dirilis, dan menurutnya jadi pengadopsi awal bukan masalah besar.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top