KALIMANTAN BARAT — Media Uni Eropa EuroNews menempatkan Indonesia dalam daftar prediksi tren wisata global 2027 lewat artikel bertajuk wisata "inception" dan undertourism. Dalam laporan itu, Lombok, Taman Nasional Komodo, dan Raja Ampat disebut sebagai alternatif Bali yang kian padat dan mahal. Prediksi ini dirilis menjelang akhir 2026, saat traveler mulai menyusun rencana liburan tahun depan.
Wartawan EuroNews, Saskia O'Donoghue, menuliskan pengalamannya berlibur ke Bali dua tahun silam. Baginya, Pulau Dewata tetap memukau, tapi suasana terasa padat oleh wisatawan dan jalanan macet oleh pelancong yang berusaha menyambangi banyak destinasi dalam waktu singkat. Keluhan serupa muncul dari turis lain yang kecewa karena bisnis lokal yang dulu diagung-agungkan perlahan digantikan sesama bule.
Popularitas Bali membawa konsekuensi pada harga. Dalam beberapa kasus, biaya akomodasi dan makanan di sana bisa menyaingi harga di Eropa. Alasan utama wisatawan Barat datang, yakni biaya murah, jadi tidak lagi berlaku.
"Untungnya, Indonesia sangatlah luas dan memiliki banyak tempat yang jarang dikunjungi, sehingga pengalaman liburan yang lebih terjangkau, autentik, dan tenang sangat mungkin didapatkan," tulis O'Donoghue dalam artikel prediksinya.
Berada tepat di sebelah Pulau Dewata, Lombok menawarkan harga yang lebih murah dan alam yang belum terjamah. Keberadaan Gunung Rinjani sebagai gunung tertinggi kedua di Indonesia menjadi daya tarik utamanya bagi wisatawan yang mencari pengalaman lebih tenang.
"Pencinta alam sejati sebaiknya mengunjungi Taman Nasional Komodo, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO yang didirikan untuk melestarikan komodo yang unik," tambahnya.
Kawasan ini membawa pengunjung berhadapan langsung dengan kehidupan liar hewan purba tersebut. Selain komodo, wisatawan bisa menjumpai rusa Timor, paus, lumba-lumba, dan penyu di perairan sekitarnya.
"Untuk pengalaman menjelajahi wilayah yang benar-benar terpencil, Raja Ampat adalah pilihan yang luar biasa. Kepulauan terpencil ini terkenal memiliki salah satu keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia," ungkap O'Donoghue.
Ia mengingatkan bahwa Raja Ampat hanya bisa dijangkau dengan kapal feri. Meski begitu, kepulauan ini memiliki ratusan pulau dengan hutan lebat yang memanjakan mata.
"Raja Ampat juga dikenal karena pantai-pantainya dengan air laut paling biru yang pernah Anda lihat, serta terumbu karang yang kaya akan kehidupan laut," tutupnya.
Prediksi EuroNews menyoroti pergeseran minat wisatawan global menuju destinasi yang lebih sepi dan terjangkau. Bagi traveler domestik, momen ini bisa jadi peluang menjelajahi Lombok, Komodo, dan Raja Ampat sebelum arus kunjungan internasional meningkat.
Informasi terkini soal akses, tarif, dan paket wisata ke ketiga destinasi tersebut dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat atau operator resmi di masing-masing kawasan.