Bahaya Suara Bising untuk Bayi di Bawah 12 Bulan dan Batas Desibel Aman

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Minggu, 20 September 2026 | 11:05:31 WIB

KALIMANTAN BARAT — Sistem pendengaran bayi di bawah 12 bulan masih berkembang, sehingga suara keras yang terdengar biasa saja bagi orang dewasa bisa terasa jauh lebih keras di telinga mungilnya. Artikel ini membahas bahaya suara bising, batas desibel yang aman, dan cara melindungi pendengaran si Kecil di rumah maupun saat bepergian.

Suara bising di sekitar rumah bisa datang dari mana saja, mulai dari blender, hairdryer, hingga mainan anak yang mengeluarkan bunyi. Dokter Kurniawan Satria Denta, M.Sc, Sp.A dari Mayapada Hospital Kuningan menjelaskan bahwa sistem pendengaran bayi yang belum sempurna membuat mereka lebih rentan terdampak.

"Sistem pendengaran bayi masih berkembang, saluran telinga lebih kecil, sehingga frekuensi tinggi terasa lebih keras dan bayi tidak bisa menjauh sendiri dari sumber bising," kata Dokter Denta saat dihubungi Popmama.com.

Mengapa Telinga Bayi Lebih Rentan Rusak

Paparan suara bising dapat merusak sel-sel rambut di telinga bagian dalam dan saraf pendengaran, seperti dijelaskan Johns Hopkins Medicine. Kerusakan ini terjadi perlahan, sering tanpa disadari, dan berisiko permanen.

Bayi juga belum bisa menutup telinga atau menjauh dari sumber suara. Kalau orang dewasa masih bisa keluar dari ruangan yang bising, bayi sepenuhnya bergantung pada orangtuanya untuk melindungi telinganya.

Dampak Suara Bising pada Bayi

Suara bising bukan hanya soal pendengaran. Dokter Denta menyebut sejumlah risiko kesehatan yang bisa muncul pada bayi, di antaranya gangguan pendengaran yang bisa permanen, tinnitus yang membuat telinga lebih sensitif, tidur terpecah sehingga istirahat kurang, hingga gangguan fisiologis seperti denyut nadi tidak stabil.

Pada bayi prematur atau yang dirawat di NICU, paparan bising berlebih dikaitkan dengan gangguan tidur dan stres. American Academy of Pediatrics (AAP) juga mencatat bahwa semakin lama paparan berlangsung, semakin besar risiko bayi kehilangan pendengaran, terutama tanpa pelindung telinga atau waktu istirahat bagi telinga.

Sumber bising tidak selalu dari sound horeg yang viral. Suara musik dari speaker, blender, hairdryer, lalu lintas, konser, bioskop, sampai acara olahraga juga bisa cukup keras untuk telinga bayi. Sebuah studi bahkan menemukan suara mainan anak bisa mencapai 79 desibel, bahkan ada yang sampai 90 desibel.

Batas Desibel yang Aman untuk Bayi

Bayi sebaiknya tidak mendengar suara bising lebih dari 50 desibel. AAP menyarankan paparan suara yang aman untuk bayi sekitar 45 desibel, atau suara yang terdengar menenangkan.

Suara televisi, peralatan rumah tangga, dan musik masih tergolong aman selama volumenya terkendali. Namun paparan di atas 70 desibel seperti suara lalu lintas, serta suara di atas 100 desibel seperti konser musik, perlu dihindari. Suara di atas 120 desibel dapat menyebabkan cedera langsung pada telinga bayi.

Cara Melindungi Pendengaran Bayi di Rumah

Paparan suara di rumah lebih mudah dikontrol. Tantangan terbesarnya biasanya datang dari luar rumah, seperti lingkungan sekitar atau acara yang ramai.

Dokter Denta memberikan beberapa tips praktis untuk Mama dan Papa:

  • Jangan mengeraskan suara saat berbicara dengan bayi
  • Jangan mengajak si Kecil ke konser musik, stadion, atau area kembang api tanpa pelindung telinga
  • Batasi volume televisi, speaker, dan mainan bersuara keras
  • Beri jeda istirahat bagi telinga bayi di tengah lingkungan yang bising

Kapan Perlu Waspada dan Konsultasi ke Dokter

Ada tanda yang perlu diperhatikan. Kalau bayi tidak terkejut oleh suara keras mendadak atau tidak merespons saat diajak berinteraksi, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak.

Bayi yang sering terbangun karena suara di sekitarnya atau tampak gelisah berlebihan juga patut dievaluasi. Deteksi dini membantu mencegah dampak yang lebih serius pada kemampuan mendengar si Kecil.

Menjaga pendengaran bayi tidak butuh alat mahal. Cukup dengan mengatur volume di rumah, menghindari tempat yang terlalu bising, dan peka terhadap reaksi si Kecil. Telinga yang sehat sekarang akan menopang kemampuan bicara dan belajarnya di kemudian hari.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: popmama.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top