SINGKAWANG — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kota Singkawang memasuki hari ke-15 tanpa tanda-tanda mereda. Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api masih berjaga di lapangan selama 24 jam untuk mengendalikan bara yang terus menyala di bawah permukaan tanah.
Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, menyebut karakteristik lahan gambut menjadi tantangan terbesar dalam penanganan karhutla kali ini.
"Pemadaman terus dilakukan, walaupun banyak yang sudah selesai dan bisa diantisipasi, namun api hidup kembali. Dalam satu hari bisa tiga sampai empat kali muncul kembali," ujar Muhammadin saat ditemui di lokasi, Sabtu (5/9/2026).
Muhammadin menjelaskan, ketebalan gambut di sejumlah lokasi kebakaran mencapai tujuh hingga delapan meter. Kondisi ini menyebabkan api dapat terus menyala di bawah permukaan dan kembali menyulut titik-titik baru, terutama saat cuaca panas terik.
Keterbatasan sumber air akibat musim kering memperparah situasi. Petugas terpaksa mengangkut air menggunakan kendaraan menuju titik kebakaran yang sulit dijangkau. Untuk mengatasi hal ini, pembuatan sumur bor menjadi salah satu solusi yang tengah digencarkan.
"Salah satunya pembuatan sumur bor dan penyediaan pipa untuk menyalurkan air. Karena tidak jarang banyak lokasi-lokasi kebakaran yang sulit dijangkau," kata Muhammadin.
Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan menyatakan, strategi utama saat ini bukan hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan blokade agar kebakaran tidak menyebar ke wilayah lain. Pasalnya, bara api di lahan gambut dapat berpindah dan memicu titik kebakaran baru di lokasi yang sebelumnya aman.
Personel gabungan dibagi berdasarkan rayon untuk mempercepat respons. Posko penanganan dibentuk di wilayah Selatan dan Utara guna memudahkan koordinasi di lapangan.
"Personel juga bekerja secara bergantian selama 24 jam," ungkap Dody.
Di tengah upaya pemadaman, tim gabungan juga menjalankan misi kemanusiaan. Dody menyebut, pembagian masker dan pemeriksaan kesehatan gratis dilakukan bagi warga di sekitar lokasi terdampak untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat kabut asap.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bertahan di lokasi kebakaran. Sejumlah personel bahkan tetap berada di lapangan hingga malam dan dini hari untuk mengantisipasi kemunculan kembali titik api. Belum ada hujan diperkirakan turun dalam beberapa hari ke depan, sehingga potensi meluasnya karhutla masih terbuka lebar jika upaya pembatasan tidak berhasil.