SpaceX Siapkan Dana Rp 1.771 Triliun untuk Pusat Roket Starship Louisiana

Penulis: Tedy Rustandi  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 08:25:32 WIB
SpaceX mengumumkan investasi Rp 1.771 triliun untuk pembangunan pusat roket Starship di Louisiana, Amerika Serikat.

KALIMANTAN BARAT — Starbase Louisiana akan dibangun di pesisir Gulf Coast, negara bagian Louisiana. SpaceX merancang fasilitas ini sebagai pelabuhan antariksa mandiri yang tidak hanya menjadi tempat peluncuran, tetapi juga pabrik produksi roket generasi baru.

Lima Kompleks, Sepuluh Landasan Peluncuran

Fasilitas ini akan terdiri dari lima kompleks, masing-masing memiliki dua menara peluncuran roket Starship. Dengan begitu, total ada 10 landasan peluncuran yang tersebar di area tersebut.

Setiap landasan dilengkapi pusat produksi bahan bakar sendiri, sehingga operasional peluncuran bisa berjalan tanpa ketergantungan logistik eksternal. Selain itu, akan ada pembangkit listrik, fasilitas pemrosesan kendaraan, dan kemampuan pengiriman di perairan dalam.

Target 10.000 Penerbangan per Tahun

Setelah beroperasi penuh, Starbase Louisiana diharapkan mendukung ribuan peluncuran roket setiap tahun. CEO SpaceX Elon Musk memperkirakan Starship akan meluncur 30 kali sehari pada 2030, setara lebih dari 10.000 penerbangan dalam setahun.

Angka itu jauh melampaui kapasitas fasilitas peluncuran komersial yang ada saat ini. Untuk mencapai target tersebut, SpaceX membutuhkan infrastruktur produksi dan peluncuran yang masif — dan Louisiana menjadi pilihan strategisnya.

Alasan Memilih Louisiana

Presiden SpaceX Gwynn Shotwell menyebut keberadaan gas alam sebagai faktor kunci. "Berkat sumber daya yang melimpah di Louisiana, kami memiliki akses yang mudah ke gas alam yang menjadi bahan bakar roket-roket ini untuk mencapai orbit," ujarnya, dikutip dari Space.com, Senin (31/8/2026).

Ia juga memaparkan rencana pengembangan fasilitas: "Kami berencana membangun pelabuhan antariksa mandiri dengan produksi bahan bakar, pembangkit listrik, kemampuan pengiriman di perairan dalam, fasilitas pemrosesan kendaraan, dan mungkin juga bandara."

Status Starship dan Misi Bulan-Mars

Starship adalah roket andalan SpaceX yang masih dalam tahap pengembangan. Sejauh ini, roket tersebut sudah menjalani uji terbang belasan kali, dan uji coba ke-14 dijadwalkan berlangsung pada September.

Roket ini dirancang untuk membawa manusia ke Bulan dan Mars. Dalam jangka dekat, Starship ditugaskan mendaratkan astronaut di Bulan melalui misi Artemis milik NASA.

Dengan investasi sebesar Rp 1.771 triliun, SpaceX tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menentukan standar baru bagi industri antariksa komersial global. Louisiana akan menjadi pusat dari ambisi tersebut.

Reporter: Tedy Rustandi
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top