Yu Mpink Jamu: Cerita ASN Bengkayang yang Sulap Dapur Jadi Usaha Jamu Tradisional, Kini Punya Pelanggan Tetap dari Luar Daerah

Penulis: Ujang Rahmat  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 14:15:31 WIB
Yu Mpink Jamu, usaha jamu tradisional yang dirintis ASN Bengkayang dari dapur rumah.

BENGKAYANG — Ketika senja tiba dan sebagian orang beristirahat, dapur Mutiara justru mulai hidup. Bunyi blender berputar, aroma jahe menguar, dan kunyit menyatu dengan aneka rempah menandai dimulainya aktivitas peracikan jamu. Perempuan yang akrab disapa Kak Imut ini adalah ASN di bidang pertanian yang juga pelaku UMKM.

Dari Dapur Rumah, Berawal dari Masa Pemulihan COVID-19

Perjalanan Yu Mpink Jamu bermula pada 2019, saat dunia menghadapi pandemi COVID-19. Mutiara yang sempat terpapar virus tersebut mulai akrab dengan olahan biofarmaka dan rempah untuk menjaga daya tahan tubuh selama masa pemulihan.

Sebagai ASN yang bertugas mengurus tanaman hortikultura dan obat, ia sudah mengenal manfaat tanaman herbal. Namun, rasa jamu yang ia konsumsi kurang sesuai dengan seleranya. Alih-alih mencari produk lain, ia memilih meracik sendiri.

Respon Positif Teman Kantor Jadi Titik Awal Usaha

"Awalnya hanya dalam jumlah kecil untuk diminum bersama keluarga," ujar ibu tiga anak ini. Tanpa rencana besar, ia membagikan hasil racikannya kepada teman kantor dan kerabat secara gratis untuk mengetahui pendapat mereka.

Respons yang datang di luar dugaan. Banyak yang menyukai rasa jamu buatannya. Ada yang meminta dibuatkan lagi, ada pula yang mulai memesan untuk dibawa pulang. Dari situlah Yu Mpink Jamu lahir.

Cerita di Balik Nama "Yu Mpink"

Nama Yu Mpink ternyata menyimpan cerita hangat. "Mpink" merupakan panggilan putri sulungnya, Shafira, sejak kecil. Sementara "Yu" dalam bahasa Jawa berarti kakak. Nama itu dipilih bukan karena strategi pemasaran, melainkan untuk membawa sesuatu yang dekat dengan keluarganya ke dalam usaha yang dirintis.

"Saya memang suka mencoba hal baru dan senang berwirausaha. Jadi ketika banyak yang suka, saya merasa mungkin ini bisa dikembangkan," katanya.

Sempat Jadi Bahan Canda, Kini Punya Pelanggan Tetap

Perjalanan Mutiara tidak selalu mulus. Pada awal merintis, ia sempat menjadi bahan candaan. Ada yang menganggap berjualan jamu bukan pekerjaan pantas bagi seorang ASN, sebagian lagi beranggapan ia sedang mengalami kesulitan ekonomi.

"Saya memang hobi berbisnis dan suka bertemu orang-orang baru. Jadi saya tetap jalankan. Saya tidak malu," ujarnya. Waktu membuktikan pilihannya tidak salah.

Empat Varian dan Pelanggan dari Luar Kota

Kini, Yu Mpink Jamu memiliki empat varian utama: Kunyit Asam Jahe (KAJ), Kunyit Asam Jahe Plus Manjakani Pinang Sirih (MPS), Wedang Rempah, serta Beras Kencur. Sebagian besar pelanggan berasal dari kalangan ASN dan ibu rumah tangga.

Ada pula pelanggan dari luar kota yang mengenal Yu Mpink melalui media sosial atau rekomendasi teman. Karena merasa cocok, mereka kemudian menjadi pelanggan tetap.

Semua proses mulai dari memilih bahan baku, membersihkan rempah, mengolah, hingga mengemas produk dilakukan sendiri oleh Mutiara. Terkadang pekerjaan berlanjut hingga larut malam, bahkan ada kalanya proses pengemasan dilakukan menjelang subuh.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top