SMPN 8 Pontianak Luncurkan Program Digulis Ceria, Padukan Penghijauan dengan Teknologi QR Code

Penulis: Pandu Wibisono  •  Senin, 15 Juni 2026 | 23:14:31 WIB
SMPN 8 Pontianak meluncurkan program Digulis Ceria untuk penghijauan sekolah dengan teknologi QR Code.

Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengapresiasi langkah SMP Negeri 8 yang dinilai menjadi pelopor penghijauan di lingkungan sekolah. Ia menyebut sekolah tersebut sebagai leading sector dalam penanaman pohon endemik dari berbagai daerah, mulai dari Papua, Maluku, hingga wilayah lainnya.

“Pemerintah Kota Pontianak cukup bangga karena SMP Negeri 8 menjadi leading sector untuk menanam pohon endemik dari berbagai daerah di Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa menjadi kenyataan dan menjadi mimpi bersama untuk mewujudkan Kota Pontianak yang hijau dan bersih,” ujar Yamin dalam sambutannya.

Lahan Terbatas Bukan Halangan untuk Kota Hijau

Yamin menegaskan bahwa keterbatasan lahan di Pontianak tidak boleh menjadi alasan untuk tidak menghadirkan ruang hijau. Ia mencontohkan banyak kota di dunia dengan lahan terbatas yang tetap mampu menciptakan lingkungan asri.

“Kota Pontianak memang tidak luas, tetapi bukan berarti tidak bisa hijau. Banyak kota di dunia yang lahannya terbatas tetapi tetap mampu menghadirkan ruang hijau yang baik,” katanya.

Pemerintah kota, lanjut Yamin, siap membantu program penghijauan sekolah melalui dinas-dinas terkait. Gerakan ini dinilai perlu dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk sekolah dan rumah tangga.

Belajar di Luar Kelas dengan Bantuan Teknologi

Kepala SMP Negeri 8 Pontianak, Suparji, menjelaskan bahwa Digulis Ceria merupakan akronim dari Digital Innovation for Green Learning and Sustainable School: Ceria, Empati, Religius, Integritas, dan Apresiatif. Program ini berfokus pada penataan lingkungan sekolah dan pembelajaran di luar kelas.

“Program ini bertujuan membentuk karakter siswa agar mencintai lingkungan sekaligus membangun kesadaran pentingnya menjaga keberlanjutan alam,” jelas Suparji.

Ia menambahkan, siswa diajak belajar langsung mengenai penghijauan, penanaman pohon, hingga pengembangan tanaman untuk mendukung ketahanan pangan. Yang menarik, setiap pohon yang ditanam akan dilengkapi QR Code yang dapat dipindai menggunakan perangkat digital.

“Jadi bukan hanya menanam, tetapi juga mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran lingkungan,” ungkap Suparji.

Menjadi Contoh Sekolah Berkelanjutan

Melalui program ini, SMP Negeri 8 Pontianak berharap bisa menjadi contoh sekolah berkelanjutan yang memadukan edukasi lingkungan, teknologi, dan pembentukan karakter siswa dalam satu gerakan. Inisiatif ini diharapkan mampu menginspirasi sekolah lain di Kalimantan Barat untuk mengikuti langkah serupa.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: kalbar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top