PONTIANAK — Rombongan Komisi II DPRD Kalbar yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kalimantan Barat, Aloysius, didampingi Wakil Ketua DPRD H. Naofal Nofiendra, serta Ketua Komisi II Fransiskus Ason, disambut oleh jajaran manajemen PTPN IV Regional V. Business Support Head yang juga Plt Region Head Donny Amril, Operation Head I Ihsan, dan Operation Head II Dedy Gurning turut hadir dalam diskusi tersebut.
Dalam pertemuan itu, DPRD ingin menggali informasi langsung mengenai kondisi terkini industri kelapa sawit di Kalimantan Barat. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan adalah mekanisme penetapan harga TBS, pengelolaan perkebunan, serta realisasi program CSR atau TJSL yang telah dijalankan perusahaan.
Ketua DPRD Kalbar Aloysius menegaskan bahwa sektor perkebunan sawit merupakan tulang punggung ekonomi daerah. “Diperlukan komunikasi dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah, perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (13/6/2026).
Pihak PTPN IV Regional V memaparkan kondisi operasional perusahaan, termasuk mekanisme pembelian TBS dari petani mitra. Donny Amril menyebut kunjungan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan.
“Komunikasi yang baik antara perusahaan dan pemangku kepentingan merupakan modal penting dalam mendorong pertumbuhan industri perkebunan yang berkelanjutan,” kata Donny.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi II DPRD Kalbar terhadap perkembangan sektor perkebunan di provinsi tersebut.
Pertemuan ini diharapkan mampu mempererat hubungan kelembagaan antara Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV Regional V dengan DPRD Kalbar. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menciptakan iklim usaha perkebunan yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Selain itu, DPRD juga menyoroti program TJSL perusahaan yang harus tepat sasaran untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional PTPN IV.