PONTIANAK — Kecelakaan maut yang melibatkan Bus Damri dan truk trailer terjadi di Jalan Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 22.58 WIB. Peristiwa itu merenggut nyawa sopir bus, Dimas Pratama Wijaksono (32), yang meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolsek Pontianak Utara, Kompol I Made Aris Candra Putra, menjelaskan peristiwa berawal saat Bus Damri bernomor polisi KB 7701 S mengalami kerusakan mesin dan berhenti di badan jalan. Korban saat itu berada di bagian depan kendaraan untuk mengisi air radiator.
“Bus Damri mengalami kerusakan mesin dan berhenti di Jalan Khatulistiwa. Sopir sedang menambah air radiator dengan posisi berada di depan bus,” ujar Kompol I Made Aris Candra Putra, Sabtu (13/6/2026).
Dari arah belakang, truk trailer Hino bernomor polisi KB 8734 AT yang dikemudikan Agung Wibowo melaju dan menabrak bagian bemper belakang sebelah kanan bus yang sedang berhenti. Benturan tersebut menyebabkan korban terjatuh dan terlindas hingga meninggal dunia di TKP. Sementara pengemudi truk trailer dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka-luka.
Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi korban, serta mengamankan barang bukti kendaraan. Hasil penyelidikan awal Satuan Lalu Lintas Polresta Pontianak menemukan adanya dugaan faktor pendukung kecelakaan, salah satunya kondisi pencahayaan di lokasi kejadian yang minim.
Kasatlantas Polresta Pontianak, AKP Supriyanto, menyebut lokasi kejadian berada di ruas Jalan Khatulistiwa yang merupakan jalan nasional. “Berdasarkan hasil olah TKP, pencahayaan di lokasi kejadian tergolong gelap. Selain itu arus lalu lintas pada malam hari masih cukup ramai karena Jalan Khatulistiwa merupakan jalur utama kendaraan angkutan barang maupun penumpang,” ujarnya.
Petugas juga menemukan sejumlah jejak pengereman, goresan pada badan jalan, serta pecahan kaca kendaraan di sekitar lokasi kecelakaan. Selain faktor pencahayaan, polisi turut mendalami kondisi kendaraan yang berhenti di badan jalan. Berdasarkan penyelidikan sementara, bus yang mengalami kerusakan mesin diduga tidak memasang rambu atau tanda peringatan bagi pengguna jalan lainnya.
“Kami masih mendalami seluruh faktor yang menyebabkan kecelakaan ini. Pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian,” pungkas AKP Supriyanto.