SAMBAS — Rencana pembentukan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sambas disambut sebagai angin segar bagi dunia pendidikan di wilayah perbatasan. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin, yatim piatu, dan remaja yang sudah putus sekolah.
Yakob Pujana, anggota DPRD Kabupaten Sambas, menegaskan bahwa program ini harus didukung bersama. “Pemenuhan hak belajar ini membutuhkan sokongan kolektif dari berbagai elemen, mulai dari warga hingga jajaran pemerintah di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten,” ujarnya.
Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi jawaban atas tingginya angka putus sekolah di Sambas. Namun, hal ini sekaligus membuka celah besar: sistem pendidikan formal yang ada saat ini ternyata belum mampu menjangkau kelompok marginal secara menyeluruh.
Menurut Yakob,