Wali Kota Singkawang Turun Langsung Rekam Video Ajak Pelaku Usaha Daftarkan Pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan

Penulis: Ramli Siregar  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 19:29:01 WIB
Wali Kota Singkawang ajak pelaku usaha mikro daftarkan pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan melalui video testimoni.

SINGKAWANG — Alih-alih sekadar imbauan di panggung seremonial, Wali Kota Singkawang memilih pendekatan berbeda. Ia duduk satu frame dengan pemilik warung bakso dan bakmi ayam legendaris di kota itu untuk merekam video testimoni. Hasilnya: sebuah ajakan konkret agar para pengusaha mikro, kecil, dan menengah segera mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan.

Testimoni Langsung dari Pemilik Bakso Sapi Bakmi Ayam 68

Dalam video tersebut, Liu Tjan Ngiap, pemilik Bakso Sapi Bakmi Ayam 68, berbagi pengalaman sebagai peserta aktif. Ia mengaku premi yang dibayarkan justru berbanding terbalik dengan besarnya manfaat perlindungan yang diterima karyawannya.

"Kami merasakan bahwa perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sangat penting bagi karyawan. Dengan biaya yang terjangkau, pekerja mendapatkan perlindungan yang besar apabila terjadi risiko kecelakaan kerja maupun musibah lainnya," ungkap Liu Tjan Ngiap dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin.

Ia pun mengajak pelaku usaha lain untuk tidak ragu. Menurutnya, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya soal kepatuhan regulasi, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun hubungan industrial yang harmonis.

Wali Kota: "Ini Tanggung Jawab Bersama"

Wali Kota Singkawang yang turut tampil dalam testimoni menyebut perlindungan jaminan sosial sebagai fondasi produktivitas. Pekerja yang terlindungi, katanya, bisa bekerja lebih tenang karena risiko kerja—mulai dari kecelakaan hingga kematian—sudah diantisipasi negara.

"Pemerintah Kota Singkawang terus mendorong seluruh pelaku usaha untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pekerjanya. Ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan sejahtera," ujar Wali Kota dalam video tersebut.

BPJS Targetkan UMKM Masuk Jaring Perlindungan Sosial

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Singkawang, Andri Saputra, menegaskan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk menjangkau segmen yang selama ini sulit disentuh: UMKM dan pekerja informal. Video testimoni dianggap sebagai medium yang lebih efektif ketimbang sosialisasi konvensional.

"Melalui kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Singkawang yang memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan segera mendaftarkan diri beserta pekerjanya sebagai peserta aktif," tegas Andri.

Mendorong Target Universal Coverage Jamsostek

Pembuatan video ini menjadi bagian dari strategi memperkuat sinergi tiga pihak: pemerintah daerah, dunia usaha, dan BPJS Ketenagakerjaan. Targetnya adalah mewujudkan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kota Singkawang, di mana setiap pekerja—formal maupun informal—memiliki perlindungan dasar.

Dengan cakupan kepesertaan yang semakin luas, risiko sosial seperti kehilangan pendapatan akibat kecelakaan kerja atau kematian bisa diminimalkan. Pemerintah optimistis, langkah kecil seperti video testimoni ini bisa mendorong perubahan kebiasaan di kalangan pengusaha kecil.

Reporter: Ramli Siregar
Back to top