Dasco Panggil Deretan Bos BNI, Mandiri, BRI hingga BPJS Kesehatan, Bahas Buyback Saham BUMN Bermasalah

Penulis: Ramli Siregar  •  Selasa, 09 Juni 2026 | 13:42:15 WIB
Dasco memimpin rapat tertutup bersama petinggi BUMN dan Menteri Sekretaris Negara di Kompleks Parlemen.

KALIMANTAN BARAT — Dasco menggelar rapat tertutup di ruang kerjanya, Kompleks Parlemen, dengan sederet petinggi BUMN. Hadir dalam pertemuan itu Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Kepala Badan Pengelola BUMN Donny Oskaria.

Dari jajaran perbankan, tampak Dirut BNI Putrama Wahju Setyawan, Dirut Bank Mandiri Riduan, serta Dirut BRI Hery Gunardi. Tak ketinggalan, Dirut Taspen Rony Hanityo Aprianto, Dirut BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito, dan CEO Indonesia Investment Authority (INA) Oki Ramadhana.

Mengapa Buyback Jadi Opsi

Dasco mengakui, saham-saham BUMN saat ini sebenarnya memiliki fundamental yang bagus. Namun, situasi pasar global yang tidak menentu membuat harga saham mereka terpukul.

"Pagi ini kita berkumpul untuk koordinasi, terutama berdiskusi soal paket dan saham-saham BUMN yang sebenarnya bagus-bagus, tapi kemudian dengan situasi pasar global yang berdampak," ujar Dasco mengawali pertemuan.

Menurutnya, momen penurunan harga ini justru menjadi momentum yang tepat bagi negara untuk membeli kembali sahamnya sendiri. Strategi buyback dinilai mampu menahan laju penurunan lebih dalam sekaligus memberikan sinyal positif ke pasar.

Dampak ke Pasar dan Investor

Langkah buyback saham BUMN, khususnya bank-bank Himbara, berpotensi langsung dirasakan investor ritel dan institusi. Jika harga saham terus merosot, nilai portofolio investor pun tergerus.

Sebaliknya, aksi korporasi ini diharapkan bisa menopang harga saham di level wajar. Apalagi, bank-bank BUMN seperti BRI, Mandiri, dan BNI merupakan pemain utama di bursa dengan kapitalisasi pasar yang besar.

Keputusan akhir soal buyback tentu masih menunggu kajian lebih lanjut dari Kementerian BUMN dan perusahaan. Namun, sinyal dari pimpinan DPR ini menunjukkan ada perhatian serius dari pemerintah terhadap kinerja saham BUMN di tengah tekanan eksternal.

Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa pemerintah dan DPR tidak ingin membiarkan harga saham BUMN terus terpuruk. Buyback bisa menjadi alat stabilisasi, meski efektivitasnya tetap tergantung pada besaran dana dan timing eksekusi.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top