Karhutla Landa 5 Kabupaten di Kalbar, Petugas Minta Helikopter Water Bombing untuk Padamkan Api di Sambas

Penulis: Ujang Rahmat  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:53:13 WIB
Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sambas, Kalbar.

PONTIANAK — Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Kalimantan Barat melaporkan kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Sambas, Ketapang, Bengkayang, Sekadau, dan Kubu Raya. Dari lima daerah tersebut, Kabupaten Sambas mencatat luasan lahan terbakar paling besar dengan tiga kecamatan terdampak.

Di Kecamatan Paloh, tepatnya di Desa Mentibar, lahan yang terbakar mencapai 4,7 hektare. Hingga laporan terakhir, baru 1,5 hektare yang berhasil dipadamkan dan lokasi masih menyisakan kepulan asap. Sementara itu, di Kecamatan Galing, kebakaran meludeskan 2,5 hektare lahan di Desa Tri Gadu dengan kondisi api telah padam. Di Kecamatan Salatiga, lahan seluas 4 hektare di Desa Salatiga masih terpantau berasap.

Kebutuhan Mendesak: Helikopter Water Bombing

Tim penanganan di lapangan menyampaikan kebutuhan mendesak akan dukungan helikopter water bombing. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat pengendalian kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau lewat jalur darat.

Operasi pemadaman di Sambas melibatkan BPBD Kabupaten Sambas, PT Buluh Cawang, TNI, Polri, Manggala Agni, perangkat desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), UPT KPH, serta warga setempat.

Kondisi di Empat Kabupaten Lainnya

Di Kabupaten Ketapang, kebakaran terjadi di Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong. Lahan seluas 0,47 hektare terbakar dan api telah berhasil dipadamkan.

Di Kabupaten Bengkayang, dua titik kebakaran terdeteksi. Tim Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang melakukan groundcheck di Dusun Laek, Desa Bengkilu, Kecamatan Tujuh Belas dengan luas lahan terbakar 0,5 hektare. Sementara itu, patroli UPT KPH Wilayah Bengkayang menemukan lahan terbakar seluas 2 hektare di Dusun Bare Mada, Desa Lamolda, Kecamatan Lumar. Lahan tersebut merupakan Areal Penggunaan Lain (APL) dengan jenis tanah mineral. Api di kedua lokasi dilaporkan telah padam.

Di Kabupaten Sekadau, groundcheck oleh Daops Manggala Agni Kalimantan XI/Sintang menemukan lahan terbakar seluas 0,2 hektare di Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir. Vegetasi yang terbakar berupa tegakan pohon, semak belukar, karet, dan hutan sekunder. Api telah padam.

Api Masih Menyala di Lahan Gambut Kubu Raya

Kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Kubu Raya. Titik karhutla ditemukan di Dusun Rasau Jaya Tiga, Desa Rasau Jaya Umum, Kecamatan Rasau Jaya. Lahan seluas 2,5 hektare terbakar di atas lahan APL dengan jenis tanah gambut. Vegetasi yang terdampak berupa semak, pakis, dan akasia. Hingga laporan dibuat, api masih menyala.

Koordinator Harian Pusdalops sekaligus Ketua Satuan Tugas Informasi Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Daniel, S.Pd., S.E., menyampaikan bahwa pemantauan dan penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan di masing-masing wilayah. Upaya ini untuk mencegah meluasnya kebakaran serta mengurangi dampak kabut asap selama musim kemarau 2026.

Fakta Singkat Karhutla di Kalbar per 4 Juni 2026

  • 5 kabupaten terdampak: Sambas, Ketapang, Bengkayang, Sekadau, dan Kubu Raya.
  • Luas terbakar terbesar: 4,7 hektare di Desa Mentibar, Kecamatan Paloh, Sambas — masih berasap.
  • Jenis lahan terbakar: tanah mineral di Bengkayang dan tanah gambut di Kubu Raya.
  • Api masih menyala: di Kubu Raya (2,5 hektare lahan gambut) dan sebagian titik di Sambas.

Laporan operasi darat ini menjadi bagian dari pemantauan intensif karhutla di Kalimantan Barat, terutama di daerah yang telah menetapkan status siaga darurat bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: mediakalbarnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top