KAYONG UTARA — Dugaan pembuangan limbah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Teluk Batang memicu pertanyaan publik. Kepala Regional Kalbar akhirnya buka suara terkait pengelolaan limbah dan penggantian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi tersebut.
Persoalan bermula dari laporan yang menyebutkan adanya indikasi pembuangan limbah dapur MBG tidak melalui proses IPAL yang semestinya. Temuan ini kemudian dikaitkan dengan rencana penggantian instalasi pengolahan limbah di dapur MBG Teluk Batang.
Kepala Regional Kalbar mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait kondisi IPAL tersebut. Ia menegaskan akan mengevaluasi sistem pengelolaan limbah di seluruh dapur MBG di wilayah Kalbar.
Menanggapi persoalan ini, Kepala Regional Kalbar menyatakan bahwa penggantian IPAL merupakan bagian dari upaya perbaikan sistem. "Kami sudah melakukan pengecekan dan memang ada beberapa hal yang perlu dibenahi, termasuk infrastruktur IPAL-nya," ujarnya.
Pihaknya memastikan bahwa limbah dapur MBG tidak boleh langsung dibuang ke lingkungan tanpa melalui pengolahan. Langkah penggantian IPAL dinilai perlu untuk memastikan standar pengelolaan limbah terpenuhi.
Limbah dapur MBG mengandung sisa makanan, minyak, dan deterjen yang berpotensi mencemari tanah dan sumber air jika tidak diolah. Di daerah pesisir seperti Teluk Batang, risiko pencemaran lingkungan menjadi perhatian utama warga dan pegiat lingkungan.
Kepala Regional Kalbar berjanji akan mengawal proses perbaikan IPAL dan memastikan seluruh dapur MBG di Kalbar mematuhi standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan limbah. "Kami tidak akan main-main dengan masalah lingkungan," tegasnya.
Persoalan ini menjadi ujian bagi program MBG di Kalbar, khususnya dalam aspek pengelolaan limbah yang ramah lingkungan. Warga berharap perbaikan IPAL segera direalisasikan agar tidak menimbulkan dampak lebih luas.