KALIMANTAN BARAT — Kondisi jalan di sejumlah desa di Embaloh Hilir dikeluhkan sudah rusak sejak beberapa bulan terakhir. Lubang-lubang besar menganga di badan jalan, sementara jembatan penghubung antar desa juga mengalami kerusakan struktural yang membahayakan pengguna.
Warga setempat menyebut kerusakan jalan mencapai puluhan kilometer, terutama di ruas yang menghubungkan Desa Nanga Embaloh dengan desa-desa penyangga. Kondisi ini mempersulit mobilitas warga yang hendak menjual hasil pertanian atau mengakses layanan kesehatan.
"Kami sudah berkali-kali melapor ke pihak kecamatan, tapi belum ada perbaikan berarti. Jalan ini satu-satunya akses kami ke pasar dan puskesmas," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain jalan, jembatan kayu di beberapa titik mulai lapuk dan ambruk. Warga terpaksa memutar hingga belasan kilometer untuk menyeberangi sungai kecil yang biasanya bisa ditempuh dalam hitungan menit.
Kekhawatiran warga meningkat karena jembatan tersebut kerap dilalui anak-anak sekolah dan ibu hamil yang hendak ke puskesmas. Belum ada laporan korban jiwa, namun potensi kecelakaan dinilai tinggi.
Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengakui bahwa kondisi infrastruktur di Embaloh Hilir membutuhkan perhatian serius. Namun, pihaknya menyebut pembangunan terkendala efisiensi anggaran daerah.
"Kami sudah memasukkan perbaikan jalan dan jembatan di Embaloh Hilir ke dalam usulan prioritas. Tapi karena adanya kebijakan efisiensi, realisasinya harus menunggu alokasi anggaran berikutnya," kata pejabat Dinas PUPR Kapuas Hulu yang enggan disebut namanya.
Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum kondisi semakin parah. Mereka mengancam akan mengirimkan surat pengaduan resmi ke DPRD Kapuas Hulu jika perbaikan tidak kunjung dilakukan dalam waktu dekat.