KALIMANTAN BARAT — Kepergian Rahmat menjadi babak baru bagi skuad berjuluk Serdadu Tridatu setelah kompetisi Liga 1 musim 2025/2026 rampung. Pemain yang direkrut pada 2020 itu tercatat menyumbangkan 27 gol dan 10 assist selama berseragam Bali United.
Bergabung di tengah ketidakpastian akibat pandemi COVID-19, Rahmat menjalani masa-masa sulit di awal kariernya bersama Bali United. Kompetisi Liga 1 dan Liga Champions Asia yang direncanakan harus dihentikan setelah baru berjalan tiga pekan.
Musim 2021/2022 menjadi titik balik. Meski pertandingan digelar tanpa penonton, Rahmat tampil dalam 47 pertandingan dan menjadi bagian penting dari skuad yang mengantarkan Bali United meraih gelar juara Liga 1. Status kampiun beruntun itu diraih setelah sebelumnya tim menjuarai kompetisi pada 2019.
CEO Bali United Yabes Tanuri menyampaikan apresiasi atas dedikasi Rahmat. “Terima kasih untuk perjuangan dan prestasi yang terukir bersama kami,” ujarnya dalam pernyataan resmi yang dikutip di Gianyar, Jumat.
Rahmat, yang sebelumnya membela PSM Makassar, juga tak kuasa menahan rasa terima kasihnya. “Pada akhirnya saat ada pertemuan, pasti akan ada perpisahan. Terlalu banyak kebahagiaan yang Bali United berikan untuk saya. Terima kasih untuk Bali United,” kata pemain dengan tinggi 173 sentimeter itu.
Kepergian Rahmat membuka ruang bagi Bali United untuk melakukan perombakan lini depan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi mengenai destinasi selanjutnya bagi pemain berusia 38 tahun tersebut.