SAMBAS — Selama ini, petugas Damkar Sambas kerap mengalami hambatan saat mencari sumber air untuk memadamkan api, terutama di pemukiman padat yang jauh dari sungai atau sumur umum. Kondisi itu membuat waktu pemadaman lebih lama dan kerugian material lebih besar.
PDAM Sambas menyatakan siap membangun hydrant di lokasi-lokasi yang dinilai rawan kebakaran. Langkah ini merupakan respons atas kebutuhan pasokan air yang cepat dan bertekanan tinggi saat darurat.
“Kami akan koordinasikan dengan Damkar untuk menentukan prioritas titik pembangunan hydrant. Ini bagian dari upaya meningkatkan pelayanan dan keselamatan warga,” ujar pihak PDAM Sambas dalam keterangannya.
Rencana pembangunan hydrant ini merupakan hasil koordinasi antara PDAM dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sambas. Kedua instansi sepakat bahwa akses air menjadi faktor krusial dalam penanganan kebakaran di daerah perkotaan maupun pedesaan.
Selain hydrant, PDAM juga akan memastikan pasokan air dari reservoir dan mobil tangki bisa diakses Damkar dalam waktu singkat. Langkah ini diharapkan memangkas waktu respons saat kebakaran terjadi.
Warga di permukiman padat seperti di Kecamatan Sambas dan Kecamatan Tebas selama ini menjadi yang paling rentan. Jarak sumber air yang jauh kerap membuat api cepat membesar sebelum petugas tiba.
Dengan adanya hydrant, petugas Damkar tak perlu lagi mencari sungai atau mengandalkan sumur warga yang airnya terbatas. Aliran air langsung bisa dialirkan dari jaringan PDAM dengan tekanan stabil.
Belum ada jadwal pasti pembangunan hydrant. Namun, PDAM memastikan proses koordinasi teknis dengan Damkar sedang berjalan. Masyarakat diimbau tetap waspada dan melaporkan potensi kebakaran sejak dini ke posko terdekat.