SINTANG — Kepala daerah Kabupaten Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, meluruskan persepsi publik soal sumber dana hewan kurban yang disalurkan pemerintah daerah. Dalam pernyataan yang disampaikan saat penyerahan, Bala menekankan delapan ekor sapi itu bukan berasal dari kantong pribadi para pejabat, melainkan hasil kontribusi wajib pajak yang dikelola negara.
“Ini bukan sapi dari bupati, wakil bupati, atau ketua DPRD. Sapi ini adalah titipan para pembayar pajak,” ujar Bala.
Bala mengakui kondisi keuangan Kabupaten Sintang saat ini tidak dalam posisi ideal. Namun, pemerintah daerah tetap berupaya hadir di tengah umat Muslim Bumi Senentang dengan menyalurkan bantuan hewan kurban. “Pemerintah memang tidak bisa berbuat banyak karena berbagai kendala dan kondisi keuangan yang terbatas. Tapi kita tetap bersyukur atas apa yang bisa dilakukan pemerintah,” katanya.
Penyaluran ini menjadi simbol bahwa amanah publik harus kembali ke tangan rakyat, terutama di momen keagamaan. Bala menyebut hewan kurban tersebut pada hakikatnya adalah milik masyarakat Sintang sendiri.
Pemkab Sintang mendistribusikan delapan ekor sapi ke sejumlah masjid, surau, dan organisasi. Berikut daftar penerima bantuan hewan kurban tahun ini:
Penyaluran ini dilakukan di tengah tekanan fiskal daerah yang sedang berlangsung. Pemerintah Kabupaten Sintang berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban warga yang ingin berkurban di Hari Raya Idul Adha.