KALIMANTAN BARAT — Nilai pasar Peralta yang kini mencapai Rp10,43 miliar menjadi bukti nyata kelasnya sebagai winger elite. Sejak direkrut Borneo FC dari akademi San Lorenzo pada Agustus 2024, pemain berusia 28 tahun itu mencatatkan 36 gol dan 32 assist dari total 158 pertandingan liga nasional sepanjang karier profesionalnya.
Rumor kepindahan Peralta ke Macan Kemayoran pertama kali mencuat setelah akun Instagram @fabrizioasia_ mengunggah fotonya dengan seragam Persija. Unggahan tersebut langsung memicu perdebatan sengit di kalangan suporter.
“GOOD MORNING. Ini belum Official, Persija sedang Menawarkan sang Pemain untuk Musim depan !!” tulis akun tersebut, memberi sinyal bahwa negosiasi sudah berjalan meski belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persija.
Persib Bandung tak tinggal diam. Dukungan untuk mendatangkan Peralta justru datang dari level tertinggi klub. Dalam konvoi perayaan juara Liga 1 pada Minggu (24/5/2026), Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, memimpin yel-yel di hadapan ribuan Bobotoh.
“Peralta! Peralta! Peralta!” teriak Adhitia, disambut gemuruh suporter yang memadati jalanan Bandung. Ia bahkan turut meneriakkan nama Moussa Sidibe.
Momen ini sontak menarik perhatian pelatih Persib, Bojan Hodak. Sang pelatih memberikan reaksi jenaka berupa gestur tangan—menyatukan jari telunjuk dan ibu jari—diikuti kerutan dahi dan gelengan kepala. Gestur tersebut viral di media sosial dan diartikan sebagai respons kocak terhadap rumor transfer yang dianggap terlalu dini.
Peralta bukan pemain sembarangan. Dengan postur 1,80 meter, ia mampu bermain sebagai winger atau second striker. Statistiknya musim lalu menjadi fondasi utama Borneo FC bersaing di papan atas. Kombinasi gol dan assist yang konsisten membuatnya menjadi investasi jangka panjang yang menggiurkan.
Kini, pertanyaan besarnya: akankah Peralta bertahan di Samarinda, merapat ke Jakarta, atau justru berlabuh di Bandung? Keputusan akhir masih menunggu negosiasi resmi kedua klub dengan manajemen Borneo FC.