KALIMANTAN BARAT — Setelah BlackBerry menghentikan produksi ponsel sendiri hampir satu dekade lalu, keyboard fisik QWERTY justru mulai muncul kembali di pasar smartphone. Alih-alih satu merek dominan, kini ada beberapa opsi: ponsel Android dengan keyboard bawaan, atau aksesori keyboard yang dipasang ke iPhone dan Android. Fenomena ini menarik karena berangkat dari dua kebutuhan berbeda—pengguna yang ingin mengurangi screen time, dan mereka yang butuh perangkat kedua untuk produktivitas.
Pengguna yang ingin HP dengan keyboard QWERTY terintegrasi bisa memilih dari beberapa model yang dirilis dalam dua tahun terakhir. Minimal Phone seharga USD 449,99 (sekitar Rp7,4 juta) menawarkan layar e-paper hitam-putih dengan Android 14 dan akses penuh ke Google Play. Sementara itu, Zinwa Q25 dari vendor China Zinwa Technologies memodifikasi BlackBerry Classic menjadi perangkat Android 13 seharga USD 400 (sekitar Rp6,6 juta).
Unihertz menjadi pemain paling aktif di segmen ini. Setelah Titan 2 sukses menggalang lebih dari USD 2 juta dari 7.000 pendukung di Kickstarter pada pertengahan 2025, perusahaan meluncurkan dua penerus di MWC 2026: Titan 2 Elite dan Titan 2 Elite Pro. Keduanya menggunakan layar OLED 4,03 inci dengan refresh rate 120 Hz, mendukung 5G, eSIM, dan microSD. Model Pro dibekali prosesor lebih tinggi dan penyimpanan 512 GB. Harga pre-order USD 490 (Rp8 juta) untuk Elite dan USD 580 (Rp9,5 juta) untuk Elite Pro.
Clicks, yang sebelumnya dikenal lewat aksesori keyboard untuk iPhone, ikut meramaikan pasar dengan Clicks Communicator seharga USD 499 (sekitar Rp8,2 juta). Perangkat ini memiliki layar OLED 4,03 inci, prosesor MediaTek Dimensity 8300, dan keyboard QWERTY yang mendukung input sentuh. Menariknya, ponsel ini menjalankan Android 16 dengan jaminan pembaruan software selama lima tahun. Fitur lain termasuk pengisian daya nirkabel Qi2, jack audio 3,5 mm, dan lampu LED di sekitar tombol Prompt yang bisa dikustomisasi.
Bagi pengguna yang enggan membeli ponsel baru, Clicks juga menjual aksesori keyboard yang dipasang di bagian bawah iPhone dan beberapa perangkat Android. Solusi ini memberikan pengalaman mengetik fisik tanpa harus meninggalkan ekosistem ponsel utama. Menurut Clicks, aksesori ini dirancang untuk mengurangi kesalahan ketik yang kerap terjadi di keyboard virtual, terutama setelah sejumlah pengguna iPhone melaporkan bug keyboard dalam beberapa bulan terakhir.
Fenomena ini tidak bisa dijelaskan hanya dengan nostalgia. Pengguna yang banyak mengetik—seperti jurnalis, pebisnis, atau customer service—merasakan keunggulan keyboard fisik yang lebih minim error dibanding keyboard virtual. Selain itu, ponsel dengan keyboard QWERTY menawarkan diferensiasi di tengah pasar yang didominasi layar penuh dari iPhone 17 hingga Galaxy S26. Beberapa pengguna juga sengaja memilih perangkat ini sebagai ponsel sekunder untuk komunikasi dan email, sekaligus membatasi konsumsi konten yang bisa memicu kecanduan layar.
Apakah ponsel keyboard fisik bisa menjalankan aplikasi seperti WhatsApp dan Instagram?
Ya. Semua perangkat yang disebutkan di atas menjalankan Android dengan akses penuh ke Google Play, termasuk aplikasi perpesanan, media sosial, dan produktivitas. Hanya Minimal Phone yang menggunakan layar e-paper, sehingga pengalaman scrolling media sosial mungkin kurang mulus.
Berapa kisaran harga ponsel keyboard fisik di pasaran?
Harga bervariasi dari USD 229 (Rp3,8 juta) untuk model Kickstarter seperti Unihertz Titan 2, hingga USD 580 (Rp9,5 juta) untuk Titan 2 Elite Pro. Aksesori keyboard Clicks dijual terpisah dengan harga lebih terjangkau, tergantung model ponsel yang didukung.