Kementerian ESDM Dorong LNG Ritel Gantikan Solar dan Pertalite, Manfaatkan Surplus Produksi Gas 2.500 MMSCFD

Penulis: Pandu Wibisono  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 11:29:01 WIB
Kementerian ESDM mendorong penggunaan LNG ritel sebagai pengganti solar dan pertalite untuk mengoptimalkan surplus gas nasional.

KALIMANTAN BARAT — Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Migas, Satya Hangga Yudha Widya Putra, menyatakan LNG merupakan opsi transisi potensial untuk menggantikan BBM. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang dikutip dari ANTARA pada Selasa (26/5). Menurutnya, pasokan LNG nasional diproyeksikan terus meningkat seiring masuknya proyek-proyek migas besar seperti Blok Andaman-Arun, pengembangan Bontang melalui Geng North, Blok Geliga dan Gula, FLNG Genting, serta proyek INPEX Masela.

Surplus Gas Nasional Berbanding Terbalik dengan Defisit LPG

Di satu sisi, Indonesia menghadapi defisit LPG karena produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional. Direktur SPM Saxa Wiza Reyhan mengungkapkan, Indonesia saat ini memproduksi LNG hingga 28,8 juta ton per tahun dengan kapasitas nasional mencapai 35,9 MTPA. Namun, pada saat yang sama impor LPG masih mencapai 6,91 juta metrik ton.

“Optimalisasi LNG domestik bisa menjadi solusi strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar Reyhan.

Tabung VGL 175 Liter: Alternatif Tanpa Pipa untuk Industri

Sebagai langkah implementasi, Elenji memperkenalkan LNG ritel non-pipeline melalui tabung vessel gas liquid (VGL) berkapasitas 175 liter. Produk ini ditujukan untuk menggantikan LPG nonsubsidi di sektor industri dan komersial. Menurut perusahaan, satu tabung VGL setara dengan dua tabung LPG 50 kilogram dengan keunggulan kebutuhan ruang lebih kecil, tekanan rendah, dan frekuensi pengisian ulang yang lebih sedikit.

Komisaris Utama SPM Marcus Daniel Lelerury menjelaskan, sistem LNG berbasis VGL lebih fleksibel karena dapat didistribusikan tanpa jaringan pipa. “Model ini portabel, modular, scalable, dan cocok untuk distribusi antarpulau menggunakan kapal maupun truk tangki,” katanya.

Klaim Efisiensi Biaya Energi Hingga 26 Persen

SPM mengklaim penggunaan LNG di fasilitas SPBG Gandul, Cinere, Depok mampu menekan biaya energi industri hingga 26 persen. Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor LPG dan memaksimalkan produksi gas dalam negeri yang melimpah.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top