Warga Desa Nanga Dua Kalbar Protes Pembangunan Dapur MBG, Sebut Bangunan Asal-asalan dan Tak Sesuai Standar

Penulis: Pandu Wibisono  •  Senin, 25 Mei 2026 | 14:31:17 WIB
Warga Desa Nanga Dua Kalbar mengawasi pembangunan dapur program MBG yang menuai protes.

KALIMANTAN BARAT — Kekecewaan warga Desa Nanga Dua memuncak setelah melihat langsung proses pembangunan dapur yang akan digunakan untuk program MBG. Mereka menduga material yang digunakan dan metode pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang semestinya.

Desakan Warga: Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

Warga mendesak pihak pelaksana proyek untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Jika terbukti melanggar standar yang telah ditetapkan, mereka meminta bangunan tersebut dibongkar dan dibangun kembali dari awal.

"Kami tidak mau menerima bangunan yang asal jadi. Ini menyangkut kepentingan banyak orang, terutama anak-anak yang akan menerima manfaat program ini," ujar seorang perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya.

Mengapa Protes Muncul di Tengah Pembangunan?

Protes ini muncul di tengah proses pengerjaan yang masih berjalan. Warga menilai pengawasan dari pihak terkait kurang ketat sehingga memungkinkan terjadinya penyimpangan teknis di lapangan. Mereka khawatir jika bangunan tetap dilanjutkan, kualitas dapur tidak akan mampu menunjang operasional program MBG secara optimal dalam jangka panjang.

Belum ada pernyataan resmi dari kontraktor pelaksana maupun dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten setempat mengenai tudingan warga ini. Namun, desakan untuk melakukan audit teknis terhadap konstruksi bangunan terus menguat.

Apa Standar yang Dipersoalkan Warga?

Meski detail spesifikasi teknis proyek tidak dirilis secara terbuka, warga menyoroti beberapa aspek fisik bangunan yang dinilai janggal. Mereka menduga ada pengurangan kualitas material yang berpotensi membuat bangunan tidak layak fungsi sebagai dapur produksi massal. Kekhawatiran ini diperkuat oleh pengalaman warga terhadap sejumlah proyek infrastruktur desa sebelumnya yang dinilai bermasalah.

Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah pusat yang bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah dan ibu hamil. Di Kalimantan Barat, sejumlah desa tengah bersiap mengoperasikan dapur untuk mendukung program tersebut, dan Desa Nanga Dua menjadi salah satu lokasi yang pembangunannya menuai sorotan.

Langkah Warga Selanjutnya

Warga berencana membentuk tim independen untuk mengawal proses pembangunan dapur MBG ini. Mereka juga akan menyurati Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait untuk meminta klarifikasi serta data teknis proyek. Jika tidak ada respons dalam waktu dekat, aksi protes terbuka di lokasi proyek tidak bisa dihindari.

Kasus ini menjadi ujian bagi transparansi pelaksanaan proyek pemerintah di tingkat desa. Warga tidak hanya menuntut bangunan yang kokoh, tetapi juga akuntabilitas dari seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG.

Reporter: Pandu Wibisono
Sumber: pontianakpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top