PONTIANAK — Sebanyak 52 pelajar terbaik dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat mulai mengikuti seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi tahun 2026. Proses seleksi yang berlangsung pada 18 hingga 22 Mei 2026 di Hotel 95 Pontianak ini memperebutkan 30 kursi formasi utama, ditambah dua peserta terbaik yang akan dipersiapkan untuk seleksi tingkat nasional.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, membuka langsung rangkaian seleksi yang berlangsung selama lima hari tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa para peserta yang hadir merupakan kandidat yang telah melewati penyaringan ketat di daerah masing-masing.
"Adik-adik yang hadir di sini adalah putera-puteri terbaik Kalbar. Kalian telah melewati proses seleksi di kabupaten dan kota masing-masing," ujar Harisson, Senin (18/5/2026).
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Barat, Mohammad Bari, menjelaskan materi penilaian mencakup wawasan kebangsaan, intelegensi umum, kesehatan dan kebugaran, peraturan baris-berbaris, samapta, kepribadian, hingga wawancara. Penilaian ini melibatkan BPIP, BPSDM Provinsi Kalbar, Kodam XII/Tanjungpura, Polda Kalbar, PT Persona Pontianak, hingga Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Provinsi Kalimantan Barat.
Harisson mengingatkan agar para peserta tidak berkecil hati jika belum terpilih. Menurutnya, lolos ke tahap seleksi provinsi saja sudah menjadi pencapaian yang membuktikan kualitas dan kemampuan mereka. Ia juga menekankan bahwa Paskibraka bukan sekadar soal baris-berbaris.
"Yang terpenting adalah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta rasa cinta kepada bangsa dan negara. Kalian inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekda Kalbar juga menyoroti pentingnya etika bermedia sosial. Ia meminta peserta menjadi teladan di sekolah dan masyarakat, serta bijak dalam menggunakan platform digital. "Hormati perbedaan dan terus junjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari," pesannya.
Mohammad Bari menambahkan, proses seleksi tahun ini menerapkan sistem digital. Pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi transparansi Paskibraka milik BPIP. Langkah ini disebutnya sebagai bentuk digitalisasi pelayanan publik agar rekrutmen berjalan lebih terbuka, adil, dan akuntabel.
Dari total 52 peserta yang terdiri dari 28 putra dan 24 putri, pemerintah provinsi akan menetapkan 32 peserta terpilih berdasarkan urutan peringkat. Dari jumlah tersebut, akan dipilih kembali tiga pasang terbaik putra dan putri untuk mengikuti tahapan verifikasi di tingkat pusat.
"Pilihlah putera-puteri terbaik yang nantinya mampu membawa nama baik Kalbar, baik di tingkat provinsi maupun nasional," ujar Harisson kepada tim seleksi, menekankan pentingnya objektivitas dan profesionalitas dalam proses penjaringan.