PLN Resmikan Dua SPKLU di Jalur Pontianak–Kuching, Perjalanan EV ke Malaysia Kini Bisa Isi Daya di Sanggau

Penulis: Ujang Rahmat  •  Jumat, 15 Mei 2026 | 16:18:58 WIB
PLN meresmikan dua SPKLU di jalur Pontianak–Kuching untuk mendukung perjalanan kendaraan listrik ke Malaysia.

SANGGAU — Dua titik pengisian daya kendaraan listrik itu berada di Cafe Rumah Kedua, Simpang Ampar, Kecamatan Tayan Hilir, dan Rest Area Balai Karangan, Kecamatan Sekayam. Lokasi terakhir disebut strategis karena menjadi gerbang terakhir sebelum pengguna memasuki kawasan perbatasan Entikong menuju Kuching.

PLN menyediakan dua tipe pengisi daya di titik-titik tersebut. Untuk pengguna yang terburu-buru, SPKLU Ultra Fast Charging di Cafe Rumah Kedua bisa mengisi daya dalam hitungan menit. Sementara di Rest Area Balai Karangan, tersedia fasilitas Fast Charging bagi pengendara yang ingin beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan lintas negara.

Mengapa Sanggau Dipilih sebagai Titik Pengisian?

Manager PLN UP3 Sanggau, Hendy Gita Wedhatama, mengatakan pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Jalur Trans Kalimantan segmen Pontianak–Kuching merupakan lintasan dengan mobilitas tinggi, terutama bagi pelintas batas yang menggunakan kendaraan pribadi.

“Kehadiran SPKLU di jalur Pontianak–Kuching kami siapkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan listrik. Infrastruktur pengisian daya yang andal menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat,” ujar Hendy.

Ia menambahkan, pengguna kini bisa memantau ketersediaan slot pengisian secara langsung melalui aplikasi PLN Mobile. Aplikasi itu juga memungkinkan transaksi dan pemantauan proses pengisian daya secara real time.

Dukungan untuk Transisi Energi di Kalbar

General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa pembangunan SPKLU ini merupakan bagian dari strategi besar transisi energi nasional. Menurutnya, konektivitas kawasan perbatasan menjadi prioritas karena potensi pertumbuhan kendaraan listrik di Kalbar dinilai tinggi.

“PLN berkomitmen menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang semakin lengkap, andal, dan mudah dijangkau masyarakat. Jalur Trans Kalimantan hingga perbatasan Indonesia–Malaysia menjadi salah satu fokus pengembangan karena memiliki mobilitas tinggi,” kata Maria.

Ia berharap keberadaan dua SPKLU ini tak hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan perbatasan Sanggau–Entikong. Wisatawan dari Malaysia yang masuk melalui jalur darat kini punya alasan lebih untuk beralih ke kendaraan listrik.

Berapa Jarak Antara Dua Titik Pengisian?

Dari data PLN, jarak antara SPKLU Cafe Rumah Kedua di Tayan Hilir dengan Rest Area Balai Karangan di Sekayam sekitar 80 kilometer. Dengan kapasitas baterai mobil listrik rata-rata 300–400 kilometer, pengguna masih memiliki cadangan daya yang cukup untuk mencapai Kuching setelah mengisi penuh di titik terakhir.

PLN menyebut pengembangan SPKLU di Kalbar masih akan terus berlanjut. Titik-titik baru tengah dikaji di sepanjang jalur utama dan kawasan penyangga perbatasan lainnya.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: suarakalbar.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top