LANDAK — Banjir akibat cuaca ekstrem merendam pemukiman penduduk di tiga desa yang tersebar di dua kecamatan Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Bencana hidrometeorologi ini dilaporkan terjadi sejak Minggu (3/5/2026) dipicu intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak, wilayah terdampak meliputi Desa Amboyo Utara di Kecamatan Ngabang. Selain itu, dua desa lain di Kecamatan Meranti, yakni Desa Meranti dan Desa Tau, turut terendam luapan air.
Kondisi banjir di beberapa titik terpantau cukup ekstrem. Hasil pendataan petugas lapangan menunjukkan tinggi muka air (TMA) bervariasi mulai dari 40 sentimeter hingga mencapai puncaknya di angka 1.000 sentimeter atau 10 meter pada lokasi rendaman terdalam di Desa Meranti.
Data sementara mencatat sebanyak 34 kepala keluarga atau sekitar 114 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Petugas gabungan masih terus melakukan monitoring berkala untuk memantau perkembangan debit air yang merendam rumah-rumah warga di kawasan tersebut.
Memasuki Senin (4/5/2026), tren debit air di lokasi kejadian menunjukkan kondisi yang berbeda antarwilayah. Di kawasan Desa Meranti dan Desa Tau, air dilaporkan masih cenderung mengalami kenaikan sehingga warga diminta tetap waspada terhadap potensi luapan susulan.
Situasi berbeda terlihat di wilayah Desa Amboyo Utara, Kecamatan Ngabang. Genangan air yang merendam pemukiman warga di kawasan ini terpantau sudah mulai menunjukkan tanda-tanda surut secara perlahan sejak Senin pagi.
Merespons rentetan bencana ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan. Langkah tersebut diperlukan mengingat potensi cuaca ekstrem masih membayangi wilayah Kalimantan Barat dalam beberapa hari ke depan.
Prakiraan cuaca nasional menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Pulau Kalimantan. Masyarakat diimbau memantau informasi cuaca resmi dan menyiapkan langkah evakuasi mandiri jika debit air kembali meningkat signifikan.