KUBU RAYA — Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tetap menyelenggarakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan khidmat meski cuaca hujan mengguyur wilayah setempat. Agenda yang semula dijadwalkan di lapangan terbuka terpaksa dipindahkan ke selasar Kantor Bupati pada Senin (4/5/2026) pagi.
Pelaksanaan upacara tahun ini mengalami pergeseran jadwal dari tanggal asli 2 Mei karena bertepatan dengan hari libur nasional. Bupati Kubu Raya, Sujiwo, memimpin langsung jalannya upacara yang dihadiri oleh jajaran Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta perwakilan tenaga pendidik dari berbagai jenjang sekolah.
Dalam amanatnya, Sujiwo menekankan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum krusial untuk memperkuat komitmen memajukan kualitas sumber daya manusia. Ia mengajak seluruh guru di Kabupaten Kubu Raya untuk meningkatkan standar etos kerja dan tanggung jawab profesional.
“Momentum ini harus kita jadikan penancapan tonggak untuk membangun semangat, disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab para guru dalam melaksanakan tugas,” ujar Sujiwo di hadapan para peserta upacara.
Pemerintah daerah menilai peran guru sangat strategis dalam mencetak generasi berkarakter untuk menyongsong Indonesia Emas. Sujiwo memastikan bahwa jajaran eksekutif akan terus mendampingi para pendidik dalam menjalankan tugas pengabdian di lapangan.
Persoalan infrastruktur menjadi sorotan utama dalam peringatan Hardiknas kali ini. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, sekitar 60 persen bangunan sekolah di wilayah tersebut saat ini mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Merespons kondisi tersebut, pemerintah daerah berencana mengalokasikan sebagian besar anggaran sektor pendidikan tahun mendatang untuk revitalisasi fisik. Pendataan detail sedang dilakukan untuk menentukan skala prioritas, terutama bagi sekolah yang mengalami kerusakan kategori berat.
“Kita ingin sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Harus aman, bersih, indah, dan nyaman,” kata Sujiwo menjelaskan visi pembangunan infrastruktur pendidikan di Kubu Raya.
Upaya perbaikan sekolah tidak hanya akan bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah Kabupaten Kubu Raya kini tengah berupaya melobi dukungan anggaran dari pemerintah pusat guna mempercepat program revitalisasi sekolah secara menyeluruh.
Sujiwo berharap sinergi antara Dinas Pendidikan, organisasi profesi guru, dan pemerintah pusat dapat berjalan beriringan. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah secara signifikan.
“Kita sedang menyiapkan generasi penerus bangsa. Maka saya bersama Wakil Bupati dan Sekda akan selalu hadir dan membersamai para guru,” pungkasnya.