PONTIANAK — Keluhan kesehatan akibat kabut asap karhutla mendorong warga Kalimantan Barat mendatangi posko pemeriksaan gratis yang disiapkan Bank Indonesia Kalimantan Barat bersama Palang Merah Indonesia Provinsi Kalimantan Barat dan Puskesmas Sungai Rengas. Layanan berlangsung dua hari, 21–22 September 2026, dengan pendaftaran terbuka bagi warga yang membawa KTP atau SIM.
Pelayanan dipusatkan di dua titik, yakni Aula PMI Provinsi Kalimantan Barat dan Puskesmas Sungai Rengas. Warga yang datang bisa memperoleh konsultasi dokter, pemeriksaan kesehatan dasar, hingga pengukuran tekanan darah tanpa biaya.
Keluhan Flu hingga Radang Jadi Alasan Warga Datang
Paparan udara tidak sehat membuat sejumlah warga mengalami flu, batuk, dan radang. Kondisi itu menjadi alasan utama mereka memanfaatkan posko kesehatan yang disediakan.
Salah seorang warga, Rika Amelia (40), mengaku mengetahui informasi layanan tersebut melalui akun Instagram Bank Indonesia. Ia menilai pemeriksaan kesehatan penting untuk mengetahui kondisi tubuh sekaligus mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan udara tidak sehat.
"Keberadaan posko kesehatan gratis menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan, terutama bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi kabut asap," ungkap Rika.
Syarat Pendaftaran dan Insentif 100 Pendaftar Pertama
Untuk mengikuti layanan, masyarakat diwajibkan membawa kartu identitas diri seperti KTP atau SIM sebagai syarat pendaftaran. Panitia juga menyediakan goodie bag bagi 100 pendaftar pertama.
"Untuk mengikuti layanan tersebut, masyarakat diwajibkan membawa kartu identitas diri, seperti KTP atau SIM, sebagai persyaratan pendaftaran," katanya.
Deteksi Dini di Tengah Kabut Asap yang Masih Berlangsung
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan. Pemeriksaan juga mendorong deteksi dini terhadap gangguan kesehatan yang berpotensi muncul akibat paparan udara tidak sehat.
Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan tidak mengabaikan keluhan kesehatan selama kondisi kabut asap masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.