KALIMANTAN BARAT — Film Laut Bercerita resmi menghabiskan seluruh tiket presale hari perdana di 10 kota jelang penayangan 29 Oktober 2026. Antusiasme Gen Z terhadap adaptasi novel Leila S Chudori itu terlihat dari permintaan penambahan jadwal tayang yang membanjiri kolom komentar media sosial resmi film. Bioskop CGV Paris van Java Bandung dan Jogja Empire Yogyakarta menjadi dua lokasi yang tiketnya lebih dulu ludes.
Pada 22 Oktober, akun resmi @filmlautbercerita mengumumkan bahwa tiket nonton duluan untuk hari perdana telah habis terjual di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Bogor, Jakarta, Semarang, Makassar, Medan, Tangerang, dan Depok. Pengumuman itu memicu gelombang permintaan dari warganet agar bioskop menambah jadwal tayang.
Proyek yang disutradarai Yosep Anggi Noen ini pertama kali diumumkan pada akhir 2025. Sejak saat itu, perhatian publik terus mengalir, terutama dari kalangan pembaca novel yang ingin melihat bagaimana kisah aktivis 1998 itu diterjemahkan ke layar lebar.
Nasywa Fakhirah, mahasiswi 21 tahun, mengaku penasaran dengan latar sejarah yang diangkat film. Baginya, situasi dalam cerita punya kemiripan dengan kondisi hari ini.
"Aku penasaran aja, karena mungkin kalau dibandingkan dengan situasi hari ini, kan mirip-mirip. Jadi mungkin pengin lihat bagaimana keadaannya dicurahkan dalam bentuk buku gitu," tutur Nasywa.
Pandangan serupa datang dari Nuri Indah Kholillah, juga 21 tahun. Ia menilai film ini bisa membuka mata anak muda agar lebih melek sejarah bangsa.
"Kita bisa lihat, 'Oh dulu itu seperti ini. Kita memang harus tahu dan belajar,'" kata Nuri.
Kedua mahasiswi itu juga menyoroti deretan pemain yang terlibat. "Karena memang relate dengan keadaan kita, terlebih aktornya juga bagus-bagus," ujar Nasywa.
Laut Bercerita dibintangi Reza Rahadian, Eva Celia, Yunita Siregar, dan Dian Sastrowardoyo. Dua nama senior, Arswendy Bening Swara dan Christine Hakim, turut memperkuat jajaran cast.
Di kursi sutradara, Yosep Anggi Noen bukan nama baru bagi film bernuansa sejarah. Sebelumnya ia mengarahkan Istirahatlah Kata-Kata, yang mengangkat perjalanan sastrawan sekaligus aktivis Wiji Thukul hingga keberadaannya yang tak diketahui sampai kini.
Kombinasi materi sumber yang kuat dan nama-nama besar di depan dan belakang layar inilah yang membuat magnet film ini bekerja, terutama bagi penonton muda yang belum membaca novelnya.
Film ini diangkat dari novel Laut Bercerita karya Leila S Chudori, salah satu buku paling banyak dibicarakan dalam satu dekade terakhir. Novel tersebut membawa pembaca menyusuri kisah aktivis yang hilang pada masa Orde Baru, tema yang jarang muncul di layar lebar Indonesia.
Keputusan mengadaptasi novel sepopuler itu membawa ekspektasi tinggi. Penonton yang sudah membaca buku akan membandingkan, sementara penonton baru datang dengan rasa ingin tahu.
Laut Bercerita dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air mulai 29 Oktober 2026. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi soal penambahan jadwal meski permintaan publik terus muncul di kolom komentar.
Bagi yang belum sempat mengamankan tiket presale, pantau terus kanal resmi film dan aplikasi bioskop masing-masing. Kapasitas tambahan biasanya dibuka mendekati hari penayangan.
Ludesnya presale di 10 kota memberi sinyal awal bahwa film sejarah bisa menarik penonton muda dalam jumlah besar, sesuatu yang jarang terjadi di pasar film nasional.