Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski ICP September 2026 Capai US$112,81

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:05:31 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik meski ICP September 2026 mencapai US$112,81 per barel.

KALIMANTAN BARAT — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi kendati harga minyak mentah Indonesia (ICP) September 2026 melonjak ke US$112,81 per barel. Keputusan diambil saat asumsi APBN hanya mematok US$70 per barel, sehingga selisihnya berpotensi menggerus anggaran subsidi energi.

Bahlil menyampaikan jaminan tersebut di Istana, Jakarta, Kamis (22/10/2026). Ia menilai pergerakan harga minyak masih dalam batas yang bisa dikendalikan pemerintah.

"Jadi relatif oke untuk BBM subsidi tidak ada kenaikan," ujar Bahlil, seperti dikutip di Jakarta.

Lonjakan ICP 26,14% dalam Sebulan

Harga minyak mentah Indonesia pada September 2026 tercatat US$112,81 per barel. Posisi itu naik 26,14% dari Agustus 2026 yang berada di US$89,43 per barel.

Artinya, ICP bertambah US$23,38 per barel hanya dalam satu bulan. Kenaikan terjadi ketika pasar energi global menghadapi risiko gangguan pasokan akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Bahlil menyebut rata-rata ICP saat ini berada di sekitar US$92 per barel. Pemerintah memperkirakan harga minyak bisa dijaga di bawah US$100 per barel bila kondisi pasar memungkinkan.

Selisih US$42,81 per Barel dari Asumsi APBN

Dalam APBN, asumsi harga minyak mentah ditetapkan US$70 per barel. Realisasi ICP September 2026 berada US$42,81 per barel di atas patokan tersebut.

Selisih itu berpotensi menambah kebutuhan anggaran negara untuk membiayai subsidi energi. Pemerintah kini menyeimbangkan dua kepentingan: menjaga fiskal tetap sehat sekaligus mempertahankan keterjangkauan energi bagi masyarakat.

Beban tidak hanya datang dari ICP. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut memperbesar biaya impor minyak mentah yang menjadi basis perhitungan subsidi.

Dampak ke Pemilik Kendaraan dan Anggaran Negara

Bagi pemilik motor dan mobil berbahan bakar subsidi, keputusan ini menahan harga di level saat ini. Tidak ada penyesuaian tarif dalam waktu dekat.

Dari sisi anggaran, kenaikan ICP memaksa pemerintah mencari ruang fiskal tambahan. Opsi yang biasanya dibahas mencakup realokasi belanja, penyesuaian volume subsidi, hingga optimalisasi penerimaan negara.

Pemerintah menegaskan komitmen mempertahankan harga BBM bersubsidi di tengah tekanan harga minyak. Perkembangan ICP dan dampaknya terhadap anggaran akan menjadi faktor penting yang dipantau ke depan.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: listrikindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top