I.League Ancam Larangan Menonton Seumur Hidup untuk Suporter Bermasalah

Penulis: Ujang Rahmat  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:07:01 WIB
I.League mengancam sanksi larangan menonton seumur hidup bagi suporter yang berulang kali membuat kerusuhan.

KALIMANTAN BARAT — I.League mengancam sanksi larangan menonton seumur hidup bagi suporter yang berulang kali membuat kerusuhan di Super League 2026/2027. Ancaman itu muncul setelah insiden di laga Persita Tangerang vs Persija Jakarta, di mana Komdis sudah menjatuhkan hukuman larangan menonton hingga tengah musim bagi suporter Persija.

CEO I.League Ferry Paulus menyatakan sanksi larangan menonton seumur hidup bisa dijatuhkan kepada individu maupun kelompok suporter yang melakukan pelanggaran serius secara berulang. Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Rabu (21/10), merespons kerusuhan di Banten International Stadium.

Menurut Ferry, putusan Komisi Disiplin tidak akan berhenti pada satu hukuman. Jika pelanggaran yang sama terulang, sanksi bakal berlapis dan bobotnya meningkat.

"Putusan Komdis ini akan bertambah atau berlapis jika terjadi pengulangan. Bahkan, jika dalam kasus yang sama terjadi kerusuhan yang sama oleh suporter yang sama, Komdis juga akan meningkatkan sanksinya," kata Ferry.

Ia menambahkan, oknum suporter yang menunjukkan indikasi pengulangan justru akan didorong mendapat hukuman lebih berat. "Kalau perlu, dilarang menonton seumur hidup," ujarnya.

Kerusuhan Dipicu Pencopotan Spanduk The Jakmania

Insiden di laga Persita vs Persija bermula dari pencopotan spanduk The Jakmania oleh sejumlah suporter tak dikenal pada babak pertama. Video kejadian itu beredar luas di media sosial.

Reaksi balasan dari Jakmania memicu kericuhan di tribune stadion. Laga babak kedua sempat tertunda sebelum akhirnya dilanjutkan dan berakhir dengan kemenangan Persita 3-2 atas Persija.

Hukuman yang Sudah Dijatuhkan ke Persija

I.League lebih dulu menjatuhkan sanksi larangan menonton bagi suporter Persija hingga tengah musim kompetisi. Hukuman itu mencakup larangan hadir pada enam laga tandang ke depan.

Klub juga dikenai denda total Rp90 juta. Rinciannya, Rp30 juta karena insiden kericuhan suporter dan Rp60 juta karena penyalakan petasan serta flare di tribune stadion.

Pesan Tegas untuk Suporter Liga

Ancaman larangan seumur hidup menjadi sinyal bahwa operator kompetisi tidak lagi memberi ruang toleransi bagi kerusuhan berulang. Sanksi individu disebut sebagai jalur yang sedang dipertimbangkan, bukan hanya hukuman kolektif untuk klub.

Ferry menegaskan, pendekatan itu menyasar oknum yang terbukti berulang kali terlibat. "Terhadap beberapa oknum yang memiliki indikasi seperti itu, kami justru akan mendorong agar diberikan sanksi yang lebih berat," katanya.

Bagi Persija, pengurangan kuota suporter di enam laga tandang berpotensi memengaruhi dukungan langsung di stadion. Sementara bagi I.League, penegakan sanksi individu akan menjadi ujian apakah aturan larangan menonton bisa benar-benar dijalankan di lapangan.

Reporter: Ujang Rahmat
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top