PONTIANAK — General Manager Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, menyatakan pendampingan menyasar UMKM mitra binaan perusahaan, termasuk pelaku usaha dari Kalimantan Barat. Menurutnya, keterlibatan dalam ajang dagang internasional membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi produk lokal.
“Kami berkomitmen untuk terus membuka peluang seluas-luasnya bagi UMKM mitra binaan kami, termasuk pelaku usaha dari Kalimantan Barat, agar dapat dikenal lebih luas, tumbuh, dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” ujar Maya dalam siaran pers, Rabu (21/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah gelaran TEI 2026 rampung. Pameran berlangsung lima hari di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City.
Trade Expo Indonesia 2026 diikuti sekitar 1.873 perusahaan yang terbagi dalam lima zona produk utama. Zona tersebut meliputi makanan, minuman dan produk pertanian; fesyen dan kerajinan tangan; produk manufaktur dan jasa; perabot dan dekorasi rumah; serta kawasan industri.
Pembeli yang hadir berasal dari lebih dari 134 negara. Selama lima hari penyelenggaraan, agenda diisi penandatanganan nota kesepahaman dan kesepakatan dagang, seminar ekspor, forum bisnis, hingga pertemuan langsung antara pelaku usaha dan calon pembeli internasional.
Skala itu menjadikan TEI sebagai salah satu pintu masuk produk daerah ke rantai pasok global. Bagi UMKM Kalimantan Barat, forum semacam ini mempertemukan mereka langsung dengan pembeli yang biasanya sulit dijangkau lewat jalur biasa.
Keterlibatan dalam ajang tersebut disebut menjadi peluang memperluas jaringan bisnis, memperkenalkan keunggulan produk lokal, serta menjajaki potensi kerja sama dengan mitra dari berbagai negara. Pendampingan dilakukan agar pelaku usaha daerah tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dukungan terhadap UMKM diharapkan memperluas akses pemasaran sekaligus meningkatkan daya saing produk unggulan daerah. Dengan akses pasar yang semakin terbuka, produk lokal berpeluang menjangkau konsumen di tingkat nasional hingga internasional.
PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Internasional Supadio menyatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Fokusnya pengembangan UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Bandara Internasional Supadio berharap dukungan berkelanjutan terhadap UMKM dapat memperkuat ekosistem perdagangan dan kewirausahaan di Kalimantan Barat. Langkah ini diharapkan turut mendorong produk unggulan daerah berkembang dan semakin kompetitif di pasar global.