Sinopsis RoboCop, Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini

Penulis: Sabar Simanjuntak  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:36:31 WIB
Peter Weller berperan sebagai Alex Murphy dalam film RoboCop (1987) yang tayang di Bioskop Trans TV malam ini.

KALIMANTAN BARAT — Film RoboCop (1987) kembali mengisi slot Bioskop Trans TV pada Selasa (13/10/2026) pukul 22.00 WIB. Garapan Paul Verhoeven ini menampilkan Peter Weller sebagai Alex Murphy, polisi Detroit yang dihidupkan kembali sebagai manusia setengah mesin setelah tewas di tangan kelompok kriminal. Durasi 102 menit, film ini menggabungkan aksi futuristis dengan kritik tajam terhadap ambisi korporasi.

Bagi penonton yang belum pernah menyaksikan RoboCop, film ini menawarkan premis yang jauh melampaui sekadar tontonan aksi. Edward Neumeier dan Michael Miner menulis naskah yang menempatkan teknologi dan komersialisasi layanan publik sebagai sasaran tembak utama.

Premis: Polisi Detroit yang Lahir Kembali sebagai Mesin

Cerita berpusat pada Alex Murphy, seorang polisi yang bertugas di Detroit, Amerika Serikat. Kota itu digambarkan tenggelam dalam gelombang kejahatan yang sulit dibendung aparat.

Di tengah situasi tersebut, korporasi raksasa Omni Consumer Products (OCP) berambisi mengambil alih pengelolaan kepolisian. Mereka menawarkan teknologi canggih sebagai solusi menekan angka kriminalitas.

Salah satu proyek andalan OCP adalah menciptakan polisi sibernetik dengan kekuatan mesin sekaligus kemampuan penegakan hukum. Peluang itu terbuka setelah Murphy mengalami luka fatal akibat serangan kelompok yang dipimpin Clarence Boddicker.

Murphy lantas dipilih sebagai basis pengembangan RoboCop. Setelah menjalani rekonstruksi, ia kembali bertugas memberantas kejahatan di jalanan Detroit dengan persenjataan canggih dan sistem komputer terintegrasi.

Konflik Batin: Ingatan Manusia di Balik Tubuh Logam

Di balik tubuh mekanisnya, RoboCop menyimpan sisa-sisa ingatan tentang kehidupan sebelum ia menjadi mesin. Kenangan tentang keluarganya dan peristiwa yang menyebabkan kematiannya perlahan muncul kembali.

Dorongan mencari jawaban membawa RoboCop menelusuri masa lalunya. Penyelidikan itu mengantarkannya berhadapan dengan orang-orang yang terlibat dalam pembunuhannya.

RoboCop juga mulai menyadari bahwa perusahaan yang menciptakannya tidak sepenuhnya bertindak demi kepentingan masyarakat. Ambisi bisnis dan perebutan kekuasaan di dalam OCP memengaruhi proyek penegakan hukum yang mereka rancang.

Konflik berkembang ketika RoboCop harus menentukan arah tindakannya di antara batasan program yang mengendalikannya, naluri manusianya, dan tuntutan menegakkan keadilan. Ia bukan hanya menghadapi penjahat jalanan, tetapi juga sistem yang berusaha mengendalikan dirinya.

Deretan Pemain dan Sentuhan Sutradara

Peter Weller tampil sebagai Alex Murphy, didampingi Nancy Allen sebagai Anne Lewis. Ronny Cox berperan sebagai Dick Jones, sementara Kurtwood Smith memerankan Clarence Boddicker dan Miguel Ferrer sebagai Bob Morton.

Paul Verhoeven duduk di kursi sutradara. Pendekatan khasnya membuat RoboCop menjadi salah satu film fiksi ilmiah yang berani menyatukan aksi futuristis dengan sindiran terhadap korporasi, teknologi, dan komersialisasi layanan publik.

RoboCop menjadi contoh bagaimana film bergenre aksi era 1980-an bisa tetap relevan karena lapisan kritik sosialnya. Tayangan malam ini memberi kesempatan bagi penonton baru untuk menilai sendiri mengapa sosok Murphy bertahan sebagai ikon sinema fiksi ilmiah.

Reporter: Sabar Simanjuntak
Sumber: wolipop.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top