46 Orang Utan di Kalbar Diselamatkan dari Karhutla Sejak Agustus, 8 Dilepasliarkan ke Ketapang

Penulis: Ramli Siregar  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 08:33:01 WIB
Petugas mengevakuasi orang utan dari kawasan terdampak kebakaran hutan di Kalbar.

PONTIANAK — Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Murlan Dameria Pane, menyatakan penyelamatan puluhan orang utan tersebut dilakukan bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI). Proses evakuasi melibatkan laporan warga yang menemukan satwa terjebak di wilayah terdampak kebakaran.

Delapan orang utan yang dinyatakan sehat dan siap kembali ke habitat alami dilepasliarkan pada Jumat (9/10). Sebelumnya mereka menjalani pemeriksaan serta observasi untuk memastikan kondisinya memungkinkan hidup liar.

Luka Bakar hingga Malnutrisi, Sebagian Satwa Belum Bisa Dilepas

Direktur Operasional YIARI, Argitoeranting, mengungkapkan tidak semua orang utan yang diselamatkan dapat langsung dilepasliarkan. Sebagian masih membutuhkan perawatan intensif di pusat rehabilitasi YIARI karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan.

Sejumlah satwa mengalami luka bakar, malnutrisi, anemia berat, hingga gangguan kesehatan lain. Mereka membutuhkan penanganan medis sebelum dinilai siap kembali ke habitat alami.

"Kebakaran menyebabkan tutupan hutan rusak dan sumber pakan berkurang. Sebagian orang utan bahkan terjebak di perkebunan yang berbatasan dengan hutan setelah kehilangan ruang jelajah dan jalur menuju kawasan hutan yang lebih aman," jelas Argitoeranting.

Mengapa Translokasi ke Batu Nyambu Jadi Pilihan

Translokasi menjadi salah satu langkah menyelamatkan orang utan yang habitat asalnya tidak lagi aman. Namun upaya tersebut perlu dibarengi perlindungan hutan agar satwa tidak terus kehilangan tempat hidupnya.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ketapang Utara, Ya' Suharnoto, mengatakan pemilihan Hutan Lindung Batu Nyambu sebagai lokasi translokasi telah mempertimbangkan kajian sosial dan kesesuaian habitat.

"Penanaman pohon penghasil bunga dan buah sebagai sumber pakan orang utan perlu ditingkatkan untuk mendukung keberlangsungan hidup satwa di kawasan tersebut," ujarnya.

Hutan Lindung Batu Nyambu memiliki luas sekitar 23.000 hektare dengan tutupan hutan primer dan sekunder. Survei pada 2023 menunjukkan kawasan tersebut merupakan habitat alami orang utan dengan daya dukung ekologis yang dinilai memadai.

Peran Laporan Warga dalam Evakuasi

Murlan mengapresiasi masyarakat yang melaporkan keberadaan orang utan di wilayah terdampak kebakaran. Informasi warga membantu petugas melakukan evakuasi terhadap satwa yang terancam kehilangan habitat.

"Upaya penyelamatan satwa liar tidak berhenti pada penyelamatan dan translokasi. Keduanya merupakan bagian dari strategi konservasi yang lebih luas. Hal terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menyediakan 'rumah' yang aman dan layak bagi satwa liar," kata Murlan, Minggu (11/10/2026).

Pengamanan kawasan melalui patroli rutin diharapkan terus dilakukan untuk memastikan habitat orang utan tetap terlindungi. Kondisi tersebut membuat upaya penyelamatan orang utan masih mendesak di tengah karhutla yang mengancam kawasan hutan di Kalbar.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top