Pencarian

70 Hari Relawan Pray for Kalimantan Lawan Karhutla Kalbar, Evakuasi Bayi hingga Selamatkan Orang Utan di Gunung Palung

Jumat, 02 Oktober 2026 • 08:32:01 WIB
70 Hari Relawan Pray for Kalimantan Lawan Karhutla Kalbar, Evakuasi Bayi hingga Selamatkan Orang Utan di Gunung Palung
Relawan Pray for Kalimantan memadamkan api yang mendekati permukiman warga di Pontianak.

PONTIANAK — Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat tidak hanya menyisakan titik api yang harus dipadamkan. Para relawan berhadapan langsung dengan warga yang terjebak asap, anak-anak yang ikut terpapar, hingga risiko kesehatan mereka sendiri setelah berhari-hari turun ke lapangan.

Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi relawan Pray for Kalimantan terjadi ketika seorang warga menelepon meminta bantuan karena lahan di belakang rumahnya terbakar, sementara di dalam rumah terdapat bayi.

Panggilan Tengah Malam dari Parit Demang Ujung

Relawan Pray for Kalimantan, Asrul Putra Nanda, menceritakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Laporan dari warga di Parit Demang Ujung, Kota Pontianak, masuk ke tim karena warga tidak tahu harus membawa bayinya ke mana di tengah kepungan asap.

"Bang, kami punya bayi. Di belakang dapur atau belakang lahan rumah kami terbakar. Kami tidak tahu harus ke mana," kata Asrul menirukan ucapan warga yang hendak ditolongnya.

Asrul bersama rekan sesama relawan kemudian bergerak ke lokasi. Api terlihat cukup besar, sementara asap mengepung rumah warga pelapor.

"Di situ saya merasa bahwa bukan hanya lahan terbakar yang harus kita pikirkan. Ada bayi, balita, dan anak-anak yang terpapar asap akibat kebakaran lahan. Mereka sebenarnya tidak tahu harus mengadu ke mana," cerita Asrul.

Tim memadamkan api di samping dan belakang rumah warga hingga sekitar pukul 01.00 WIB. Evakuasi berjalan tidak sederhana karena hampir seluruh wilayah terdampak kabut asap dan kualitas udara berada dalam kondisi yang membahayakan.

"Kita hanya bisa memastikan api yang berada di samping maupun di belakang rumah mereka bisa kita padamkan," ujarnya.

30-40 Selang untuk Menjangkau Titik Api Terjauh

Tantangan lain muncul ketika titik api berada jauh dari akses terdekat. Asrul menyebut titik api terjauh yang pernah mereka tangani berjarak sekitar 400-500 meter.

Dengan panjang satu selang sekitar 20 meter, relawan membutuhkan sekitar 30-40 selang untuk mencapai lokasi karhutla dengan sumber air.

"Selang harus dibawa dan dihamparkan satu per satu menuju titik api," katanya.

Setelah api padam, pekerjaan belum selesai. Relawan yang sudah kelelahan masih harus menggulung seluruh selang dan membawanya kembali.

"Setelah api padam, teman-teman yang sudah letih masih harus menggulung seluruh selang dan membawanya kembali," katanya.

Orang Utan hingga Bekantan di Gunung Palung Ikut Terancam

Relawan bergerak berdasarkan laporan dan kebutuhan pemadaman, tanpa membedakan siapa pemilik lahan yang terbakar.

"Kami tidak pernah melihat ini lahan siapa, punya siapa, apakah perusahaan, konsesi, atau lainnya. Kami tidak pernah melihat itu," ujarnya.

Salah satu lokasi yang pernah didatangi Asrul adalah Taman Nasional Gunung Palung, tepatnya sektor dua. Di kawasan tersebut, ia melihat dampak kebakaran bukan hanya terhadap lahan, tetapi juga satwa yang berada di dalamnya.

Orang utan, bekantan, monyet, dan satwa lainnya ikut menghadapi ancaman kebakaran.

"Saya menyaksikan sendiri dan menemukan bahwa satwa-satwa tersebut terlihat seperti panik menghadapi kondisi kebakaran saat itu," tuturnya.

Logistik hingga Ambulans Disiapkan untuk Relawan

Selama lebih dari dua bulan, para relawan bergerak mengikuti laporan kebakaran. Tim gabungan menyiapkan makanan, vitamin, buah-buahan, kebutuhan medis hingga ambulans.

"Yang sebelumnya hanya makan mi instan bisa mendapatkan makanan lainnya, vitamin, buah-buahan, dan kebutuhan lainnya," kata Asrul.

Sejumlah relawan mengalami gangguan kesehatan selama bertugas. Ada yang pingsan dan mengalami luka.

Per Kamis (1/10/2026), relawan di Pontianak dan Kubu Raya sedang diistirahatkan. Mereka sudah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter. Sementara tim di Ketapang dan Kayong Utara masih bergerak.

"Teman-teman di lapangan hari ini masih berjibaku di Ketapang. Kalau di Kayong Utara, kita menjaga titik api di Bukit Peramas," ujarnya.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks