LANDAK — Personel Koramil 1210-06/Ngabang mengerahkan empat anggota untuk berpatroli dan memantau titik panas di Desa Pak Mayam. Mereka menggunakan empat unit kendaraan roda dua dan satu alat komunikasi HT untuk memastikan potensi kebakaran bisa segera ditangani sebelum meluas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari deteksi dini yang terus digencarkan jajaran TNI di Kabupaten Landak. Langkah ini diambil menyusul tingginya kerawanan kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut pada musim kemarau.
Dari hasil pemantauan, satu titik hotspot dengan klasifikasi sedang terdeteksi di wilayah Desa Pak Mayam. Perkiraan sementara, luas lahan yang terdampak mencapai 1,5 hektare.
Menindaklanjuti temuan itu, personel Koramil menyiapkan pelaksanaan ground check atau pengecekan langsung ke lokasi. Tujuannya untuk memastikan kondisi di lapangan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
Selain memantau titik panas, personel Koramil juga memperketat patroli di daerah rawan karhutla. Mereka menyasar wilayah-wilayah yang sebelumnya pernah mengalami kebakaran lahan.
Warga yang tinggal di sekitar lahan gambut dan perkebunan juga mendapat sosialisasi tentang bahaya membakar hutan dan lahan. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Danramil 1210-06/Ngabang, Kapten Arm Junaidi, menegaskan bahwa patroli dan pemantauan akan terus dilakukan. Menurutnya, deteksi dini sangat penting agar setiap potensi kebakaran segera diketahui dan ditindaklanjuti.
"Kami terus meningkatkan patroli dan pemantauan di wilayah rawan Karhutla. Deteksi dini sangat penting agar setiap potensi kebakaran dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti," ujarnya.
Sinergi antara aparat dan masyarakat diharapkan mampu mencegah terjadinya karhutla di Kabupaten Landak. Koramil mengajak warga menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.