BENGKAYANG — Kebakaran hebat yang meludeskan 50 unit ruko di Pasar Sungai Duri pada Kamis (20/8/2026) malam terus memicu gelombang solidaritas dari berbagai daerah. Salah satunya datang dari Kabupaten Mempawah, di mana Kepala Desa Anjungan Dalam, Andi Wiyata, secara langsung mendatangi posko pengungsian untuk menyerahkan bantuan.
Andi tiba di Posko Kebakaran Pasar Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, sekitar pukul 14.00 WIB. Bantuan berupa mi instan itu diserahkan kepada Ketua Posko untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal maupun mata pencaharian.
Menurut Andi, langkah ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Anjongan terhadap musibah yang menimpa saudara mereka di Bengkayang. Ia menyebutkan, bantuan yang dibawanya mungkin tidak seberapa, tetapi diharapkan mampu meringankan beban para korban.
"Saya mewakili masyarakat Anjongan merasa terpanggil untuk meringankan beban para korban kebakaran. Bantuan saya ini mungkin tak seberapa, mohon dapat diterima sebagai wujud empati, kepedulian, dan kebersamaan terhadap saudara-saudara kami korban kebakaran di Pasar Sungai Duri," ujarnya.
Ia juga mengajak para korban untuk tetap bersabar dan tabah menghadapi cobaan ini. Andi mendoakan agar masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan dapat segera bangkit untuk menata kembali kehidupan mereka.
Kebakaran pertama kali terlihat sekitar pukul 18.00 WIB dari kompleks pertokoan di kawasan padat penduduk, tidak jauh dari Mapolsek Sungai Duri. Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan ruko di sekitarnya.
Kondisi sejumlah bangunan yang sudah berusia tua dan sebagian menggunakan material kayu membuat api sulit dikendalikan. Tiupan angin yang cukup kencang turut mempercepat penyebaran api ke bangunan lain.
Proses pemadaman berlangsung intensif dengan melibatkan sekitar 60 armada pemadam kebakaran yang berjibaku menjinakkan kobaran api hingga api berhasil dipadamkan.
Di tengah musibah tersebut, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan sebagai bentuk solidaritas untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak. Posko kebakaran yang didirikan menjadi pusat koordinasi penerimaan dan penyaluran bantuan.
Warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda kini masih menunggu langkah lanjutan dari pemerintah daerah terkait relokasi maupun bantuan pemulihan ekonomi pascakebakaran.