Pencarian

Petani Kubu Raya Beralih ke Sawit, Pemkab Siapkan Skema Ketahanan Pangan Jangka Pendek hingga Panjang

Jumat, 23 Oktober 2026 • 11:02:01 WIB
Petani Kubu Raya Beralih ke Sawit, Pemkab Siapkan Skema Ketahanan Pangan Jangka Pendek hingga Panjang
Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan ketahanan pangan sebagai fokus utama pemerintah daerah pascakemarau panjang.

KUBU RAYA — Sujiwo menegaskan ketahanan pangan menjadi fokus utama pemerintah daerah setelah kemarau panjang melanda Kalimantan Barat. Instruksi kepada perangkat daerah disampaikan saat ia ditemui di Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (22/10/2026).

Skema yang diminta tidak seragam. Setiap dinas diminta memetakan kebutuhan paling prioritas di wilayahnya masing-masing, lalu menyusun tahapan jangka pendek hingga menengah.

Mengapa Petani Beralih ke Sawit

Salah satu tantangan terbesar dalam menjaga produksi pangan datang dari pergeseran minat warga. Sebagian petani mulai meninggalkan tanaman pangan dan beralih ke perkebunan kelapa sawit.

Pertimbangannya murni ekonomi. Hasil usaha tani dinilai belum selalu sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan. Sawit dianggap lebih menjanjikan.

"Ketahanan pangan menjadi fokus dan atensi. Pascakemarau panjang, saya sudah menginstruksikan dinas terkait, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, sampai perikanan, untuk membuat skema dari yang sangat prioritas, jangka pendek, hingga jangka menengah," ujar Sujiwo.

Bantuan yang Disiapkan: Benih, Alsintan, hingga Subsidi

Pemkab Kubu Raya menyiapkan sejumlah dukungan agar pertanian tetap menarik secara ekonomi. Bentuknya berupa edukasi dan penyuluhan, penyediaan benih, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk, serta subsidi sesuai kebutuhan petani.

"Petani sebenarnya mau menanam berbagai komoditas. Persoalannya, ketika modal yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil panen, mereka tentu akan berpikir ulang. Karena itu, negara harus hadir untuk meringankan beban petani agar ketahanan pangan tetap terjaga," jelas Sujiwo.

Komoditas Tidak Diseragamkan

Penguatan ketahanan pangan tidak akan dilakukan dengan menyeragamkan jenis tanaman seluruh petani. Pemilihan komoditas harus mempertimbangkan karakteristik tanah, kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, dan potensi keuntungan.

Pendekatan itu dipilih agar pengembangan pertanian tidak hanya mengejar peningkatan produksi. Manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat juga menjadi sasaran.

Sejumlah komoditas yang kini dikembangkan di Kubu Raya meliputi padi, jagung, tanaman palawija, dan hortikultura. Pengembangannya akan memperhatikan kesesuaian lahan serta peluang pemasaran hasil pertanian.

Koordinasi Lintas Sektor

Selain tanaman pangan, koordinasi melibatkan bidang perkebunan, peternakan, dan perikanan. Semua lini itu menjadi bagian upaya memperkuat ketersediaan pangan daerah.

Sujiwo berharap strategi yang disusun perangkat daerah mampu menjawab tantangan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, dan mendorong warga kembali menekuni usaha pertanian.

"Dengan dukungan pemerintah dan hasil produksi yang lebih menjanjikan, sektor pertanian diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus menopang perekonomian masyarakat Kubu Raya," harapnya.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infopublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks