KUBU RAYA — Rombongan bergerak dari satu titik ke titik lain dalam kunjungan kerja sehari. Selain Pasar Induk Melati, Lasarus dan Sujiwo meninjau kawasan bekas kebakaran yang direhabilitasi, pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Arang Limbung, serta rencana Stadion Gelora Putra Sang Fajar.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sekaligus memastikan program yang didukung anggaran pemerintah dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pasar Induk Melati Butuh Rp 50 Miliar, Tahap Awal Rp 10 Miliar Masuk APBN 2027
Proyek Pasar Induk Melati diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 50 miliar yang direncanakan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk tahap awal, Rp 10 miliar telah dialokasikan dalam rencana APBN 2027.
Lasarus menyatakan akan mengupayakan tambahan anggaran agar pembangunan pasar dapat diselesaikan lebih cepat. Menurutnya, pembangunan Pasar Induk Melati merupakan hasil perjuangan bersama anggota DPR RI asal Kalimantan Barat yang bertugas di Komisi V dan Badan Anggaran.
Selain dirinya, ada Syarif Abdullah, Boyman Harun, dan Yuliansyah yang turut mendorong pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat, termasuk di Kabupaten Kubu Raya.
"Yang nanti akan kita bangun ini nilainya sekitar Rp50 miliar, tahun ini masuk Rp10 miliar dulu. Nanti kita upayakan sisanya, kalau memungkinkan melalui APBN perubahan," kata Lasarus.
Lokasi Pasar Punya Akses ke Sungai Kapuas, Dermaga Akan Dikoordinasikan
Lasarus menyoroti potensi lokasi pasar yang memiliki akses ke Sungai Kapuas. Keberadaan sungai tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung aksesibilitas pasar, sehingga distribusi barang dan mobilitas masyarakat tidak hanya bergantung pada jalur darat.
Rencana pembangunan dermaga pendukung pasar akan dikoordinasikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Bupati Kubu Raya Sujiwo menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Lasarus terhadap pembangunan Pasar Induk Melati. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan untuk kepentingan masyarakat dapat diperjuangkan tanpa dibatasi wilayah daerah pemilihan.
"Kami atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Kubu Raya, daerah dan pemerintah, mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Lasarus. Sebenarnya ini bukan daerah pemilihan beliau, tetapi beliau memberikan atensi ketika berbicara pembangunan yang kepentingannya untuk publik dan masyarakat," ujar Sujiwo.
IPA Arang Limbung Baru 7 Persen, Lasarus Minta Pekerjaan Dipercepat
Agenda berikutnya meninjau pembangunan IPA Arang Limbung berkapasitas 2 x 50 liter per detik. Proyek penyediaan air bersih tersebut mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 89 miliar dan ditargetkan melayani sekitar 8.000 sambungan rumah.
Lasarus mengingatkan agar pelaksanaan proyek dipercepat karena progres pekerjaan saat kunjungan baru mencapai sekitar 7 persen, sementara seharusnya sudah berada di kisaran 14 persen.
"Kita push supaya bisa diserap dengan cepat. Jangan sampai nanti terlambat, sayang APBN sudah masuk, terus dana ini tidak bisa diserap. Kita berharap teman-teman dari Cipta Karya mendorong supaya pekerjaan ini cepat dan bisa mengejar progres sesuai waktu pelaksanaan proyek," tegasnya.
Ia berharap pembangunan IPA Arang Limbung dapat diselesaikan pada pertengahan 2027, sekitar Juni atau Juli, sehingga fasilitas tersebut dapat segera dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.
500 Bibit Matoa dan Tanaman Buah Ditanam di Lahan Bekas Kebakaran
Agenda kunjungan diawali dengan penanaman 500 bibit pohon di sepanjang lahan bekas kebakaran. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, komunitas pecinta lingkungan, dan masyarakat setempat.
Bibit yang ditanam antara lain pohon matoa dan berbagai jenis tanaman buah-buahan untuk menghijaukan kembali kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran.
"Ini merupakan inisiatif yang sangat bagus dari Pak Bupati Sujiwo. Bekas lokasi kebakaran kita hijaukan kembali dan ditanami pohon matoa serta aneka pohon buah-buahan," ujar Lasarus.