KALIMANTAN BARAT — Unggahan bernada provokatif dari akun Threads @pijialll mencoba menyindir Indonesia lewat permainan alfabet usai Timnas Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026. Alih-alih memicu perang komentar, postingan itu justru dibanjiri respons santai warganet Indonesia yang memilih membalas dengan humor. Unggahan tersebut telah mengumpulkan lebih dari 386 ribu views dan 2.200 komentar.
Akun Threads bernama @pijialll mengunggah perbandingan penyebutan huruf alfabet antara sejumlah negara. Dalam unggahannya, ia menulis China, Singapura, Malaysia, dan negara lain melafalkan huruf A sampai H secara normal, sementara satu negara yang tidak disebut namanya dilafalkan dengan gaya berbeda.
Penyebutan huruf yang dimaksud mengarah ke Indonesia. Namun waktu unggahan tersebut justru menjadi bumerang karena muncul saat euforia kemenangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 masih berlangsung.
Isi Unggahan yang Memicu Reaksi
Dalam tangkapan layar yang beredar, akun @pijialll menulis perbandingan sebagai berikut:
"China - ABCDEFGH. Singapore - ABCDEFGH. Malaysia - ABCDEFGH. English - ABCDEFGH. Others countries - ABCDEFGH. That one country - AE BE CE DEY EY F GEK HA IE KA L M O PE QIE EIR S TEK U VE WEK X YEK ZET. HAHAHAHAHA. So stupid"
Sindiran tersebut tampaknya berusaha mengejek cara pelafalan huruf alfabet oleh orang Indonesia. Namun konteks waktu unggahan membuat provokasi itu kehilangan daya sengatnya.
Respons Warganet: Tawa, Bukan Emosi
Warganet Indonesia memilih merespons dengan candaan alih-alih terpancing debat panjang. Berbagai komentar meledek balik muncul di kolom balasan, mulai dari plesetan bahasa hingga sindiran tentang identitas budaya.
"apa yang diharapin dari negara yang bilang 'belok' malah 'pusing'.. yang ada disuruh belok kanan kiri malah pusing kanan, pusing kiri.. pusing sudah," ujar akun @AkuGaishan.
"INDONESIA : HARIMAU, MALAYDES: HAWIMAW HAWIMAW MALAYA WKWKWKWK," canda akun @naddeeeaa_.
Komentar lain menyoroti ironi dalam unggahan tersebut. Akun @zex_787800 menulis, "China pakai ABCDE? kau ni bilang orang stupid tapi diri sendiri pun stupid."
Ada pula yang menyebut kedekatan budaya antara kedua negara. "padahal dengerin lagu juga lagu indo," ujar akun @ki_dooo.
Akun @1msnmhr menambahkan, "padahal di aplikasi sebelah generasi mudanya banyak tuh di sekolah yang sering nyeletuk pake bahasa Indonesia terus dimarahi gurunya."
Respons lain menyentuh soal identitas kebahasaan. "yg penting punya identitas sendiri, bahasa persatuannya juga jelas, ga kayak dimana itu ya," sindir akun @alfrizal14.
Akun @DogeCoinPicker turut menimpali dengan gurauan, "Nyebut Pak SBY aja masih ES BI WAY... OPOOOOOOO."
Euforia Juara yang Mengubah Nada Perbincangan
Sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026, media sosial di Asia Tenggara memang beberapa kali diwarnai saling sindir antar pendukung, terutama antara Indonesia, Malaysia, dan Vietnam. Pola ini bukan hal baru dalam turnamen sepak bola kawasan.
Yang membedakan kali ini adalah posisi Indonesia sebagai juara. Bahan provokasi yang biasanya memicu perang komentar justru ditanggapi dengan tawa. Warganet memilih menikmati kemenangan sambil membalas sindiran dengan humor, bukan dengan amarah.
Hingga pantauan terakhir, unggahan @pijialll telah mengantongi lebih dari 386 ribu views, sekitar 13,9 ribu likes, serta 2.200 komentar. Angka keterlibatan itu sendiri menunjukkan bagaimana provokasi di ruang digital bisa berbalik menjadi bahan hiburan kolektif ketika momentumnya tidak mendukung.