Pencarian

Gubernur Kalbar Ria Norsan Minta Seluruh Daerah Siaga Hadapi Musim Hujan 2026/2027 Usai Karhutla

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 06:01:01 WIB
Gubernur Kalbar Ria Norsan Minta Seluruh Daerah Siaga Hadapi Musim Hujan 2026/2027 Usai Karhutla
Gubernur Kalbar Ria Norsan memimpin rapat daring prediksi musim hujan 2026/2027 di Pontianak.

PONTIANAK — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menilai peralihan cuaca dari periode kemarau menuju musim hujan berpotensi menghadirkan risiko baru yang tidak bisa dianggap remeh. Karakteristik hujan berintensitas tinggi dalam waktu singkat disebut bisa datang setelah kondisi kering berkepanjangan.

Peringatan itu disampaikan dalam kegiatan Press Release Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Provinsi Kalimantan Barat yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang DAR. Gubernur Ria Norsan menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi dinamika cuaca hingga memasuki 2027.

Mengapa Peralihan Musim Justru Berisiko?

Menurut Norsan, kondisi kering yang berganti dengan hujan deras dalam waktu cepat menjadi pemicu utama bencana hidrometeorologi. Banjir, genangan, dan tanah longsor masuk dalam daftar ancaman yang harus diantisipasi.

Pengalaman menghadapi karhutla dan kekeringan di Kalbar disebut menjadi modal penting untuk memperkuat kesiapsiagaan. Norsan tidak ingin daerah berpindah dari satu risiko ke risiko lain tanpa persiapan yang memadai.

"Kita tidak ingin berpindah dari satu risiko ke risiko lainnya tanpa kesiapan. Pengalaman menghadapi karhutla dan kekeringan harus menjadi pembelajaran untuk memperkuat kesiapsiagaan kita menghadapi musim hujan," tegas Norsan.

Koordinasi Lintas Sektor Jadi Kunci

Pemprov Kalbar meminta koordinasi lintas sektor terus diperkuat. BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan diminta bersinergi dengan perangkat daerah serta instansi teknis lainnya.

Sinergi bersama BMKG, TNI/Polri, dan pemerintah kabupaten/kota juga menjadi prioritas. Fokusnya membangun sistem peringatan dini serta mempercepat respons begitu potensi bencana terdeteksi.

Norsan menegaskan kesiapsiagaan tidak cukup dilakukan setelah bencana terjadi. Pemerintah perlu memperkuat langkah pencegahan dan memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan perubahan cuaca secara cepat.

Budaya Siaga Sebelum Bencana

Pemprov Kalbar mendorong terbentuknya budaya siaga di seluruh lapisan. Dunia usaha dan masyarakat diminta ikut terlibat, bukan hanya mengandalkan pemerintah daerah.

"Mari kita bangun budaya siaga sebelum terjadi, tanggap ketika terjadi, dan cepat dalam melakukan pemulihan," pungkas Norsan.

Follow radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: pontianakinfo.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks