PONTIANAK — Sebanyak enam mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan dan Psikologi (FIKPsi) Universitas Muhammadiyah Pontianak (UM Pontianak) terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) dan menjadi pengalaman perdana bagi fakultas tersebut dalam mengirim mahasiswanya mengabdi di luar negeri.
Mereka yang terpilih terdiri dari satu mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Niki Hernando, serta lima mahasiswa Program Studi Psikologi, yaitu Indira Violeta Larasati, Uray Inatsan Faza, Nabila Putri Fakhirani, Arvina Arrundya, dan Affan Nuzhandi Amnestito.
Pengabdian di Kampung Gesir Tengah dan Pembelajaran di UPSI
Selama di Malaysia, para mahasiswa tidak hanya duduk di bangku kuliah. Mereka terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, mulai dari gotong royong di Kampung Gesir Tengah, penyuluhan kesehatan, hingga pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.
Selain itu, mereka juga mengikuti bengkel multimedia dan studi lapangan di lingkungan UPSI. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung sekaligus membangun kepekaan sosial mahasiswa terhadap komunitas Indonesia yang berada di luar negeri.
Membangun Daya Saing Global dan Jejaring Lintas Negara
Wakil Dekan FIKPsi UM Pontianak, Selviana, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya fakultas memberikan pengalaman belajar sekaligus mengabdi di lingkungan internasional. Ia menegaskan tujuan utamanya adalah meningkatkan daya saing global mahasiswa dan memperkuat jejaring kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi lintas negara.
“Tujuan utama KKN Internasional adalah memberikan pengalaman pengabdian masyarakat bagi mahasiswa di luar negeri, meningkatkan daya saing global, memperkuat jejaring kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi lintas negara,” kata Selviana saat ditemui, Selasa (18/8/2026).
Memberdayakan Diaspora Indonesia di Malaysia
Selviana menambahkan, program ini tidak hanya berorientasi pada pengalaman akademik semata. Interaksi langsung dengan lingkungan sosial di Malaysia diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa dan membekali mereka menghadapi tantangan global.
“Selain pengalaman akademik, mahasiswa juga diharapkan mampu memberdayakan komunitas atau diaspora Indonesia di kancah internasional, sehingga pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk berkontribusi di masyarakat setelah kembali ke Indonesia,” ujarnya.
Komitmen FIKPsi Perluas Ruang Belajar
Melalui program ini, FIKPsi UM Pontianak menunjukkan komitmennya dalam memperluas ruang belajar mahasiswa sekaligus mendorong pengabdian masyarakat yang memiliki perspektif global. Selviana berharap kerja sama dengan UPSI terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua institusi.
“Kerja sama lintas negara ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi mahasiswa maupun masyarakat di kedua negara,” pungkasnya.