PONTIANAK — Suasana subuh di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Bangka Belitung, Kecamatan Pontianak Timur, belakangan ini tidak lagi tenang. Warga setempat mengaku terganggu oleh bunyi klakson berkepanjangan yang berasal dari pengendara yang terjebak di balik antrean truk pengangkut solar di SPBU Paris I.
Adi, seorang warga sekitar, mengatakan kejadian ini berlangsung rutin setiap subuh selama hampir seminggu terakhir. Kemacetan yang dipicu antrean truk memaksa kendaraan lain membunyikan klakson karena jalannya terhalang.
Antrean Truk Menutup Jalan Depan Rumah Warga
Tak hanya menimbulkan polusi suara, barisan truk yang mengular hingga ke bahu jalan juga disebut menutupi akses masuk rumah warga. Pemilik rumah mengaku kesulitan dan terhalang saat hendak keluar atau masuk ke kediamannya.
"Pemilik SPBU dan dinas terkait harus menindaklanjuti kejadian ini karena kami merasa terganggu," harap Adi.
FRKP Pontianak Minta Respons Cepat dari Pemilik SPBU
Laporan warga ini turut diterima oleh Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP). Ketua FRKP, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, mendesak agar pemilik SPBU dan instansi terkait segera merespons keluhan tersebut sebelum memicu gesekan yang lebih besar di lapangan.
"Dari informasi warga ini saya menyarankan pemilik SPBU atau instansi terkait harus merespon keluhan warga agar tidak terjadi gesekan yang dapat mengganggu hal yang lebih besar lagi," imbaunya.
Persoalan antrean BBM bersubsidi jenis solar ini sebelumnya juga menjadi perhatian di Pontianak. Sejumlah pihak sempat meminta Pertamina memulihkan distribusi BBM agar antrean di SPBU tidak kembali mengular panjang dan mengganggu aktivitas masyarakat.