KALIMANTAN BARAT — Persija Jakarta menyatakan seluruh kewajiban kepada mantan pemain yang tercatat dalam laporan APPI telah diselesaikan pada hari yang sama dengan terbitnya rilis, Jumat (6/11). Klub berjulukan Macan Kemayoran itu menegaskan tak ada lagi tunggakan yang tersisa, sehari setelah namanya masuk daftar tujuh klub yang disebut belum membayar hak 114 pemain.
Rilis resmi Persija dipublikasikan pada Sabtu (7/11), atau sehari setelah APPI mengumumkan temuannya. Dalam pernyataan itu, manajemen klub menegaskan bahwa kewajiban yang dimaksud bukan tunggakan gaji pokok, melainkan bonus penampilan salah satu pemain.
APPI lebih dulu menyoroti kondisi pembayaran di sejumlah klub. Dari tujuh klub yang masuk laporan, Persija menjadi salah satu nama yang disebut masih menunggak hak mantan pemainnya.
Dalam rilis yang diunggah pada Jumat (6/11), APPI mencatat tujuh klub belum membayar upah terhadap 114 pemain. Persija masuk dalam daftar tersebut, dan respons klub datang tak lama setelahnya.
Persija menempatkan persoalan ini sebagai bagian dari tata kelola klub. Manajemen menyebut pemenuhan hak pemain selalu menjadi prioritas dalam pengelolaan tim.
Klub menjelaskan duduk perkara kewajiban yang dilaporkan APPI. Menurut Persija, yang tertunggak bukan gaji pokok pemain, melainkan bonus penampilan salah satu pemain.
"Persija juga perlu memberikan penjelasan bahwa kewajiban yang dimaksud dalam laporan tersebut bukan merupakan tunggakan gaji pemain, melainkan bonus penampilan salah satu pemain," tulis Persija dalam rilisnya.
Meski demikian, klub tetap menyatakan menghormati langkah APPI yang menyoroti hak-hak pesepakbola profesional. Persija berjanji menjaga komitmen dan tanggung jawabnya sebagai klub peserta kompetisi.
Persija memastikan seluruh kewajiban yang tercatat dalam laporan APPI telah diselesaikan pada 6 November, hari yang sama dengan terbitnya rilis asosiasi tersebut.
"Berkaitan dengan rilis APPI tertanggal 6 November 2026, Persija memastikan bahwa seluruh kewajiban yang tercatat dalam laporan tersebut telah diselesaikan pada hari yang sama," tulis klub.
"Dengan demikian, tidak ada lagi kewajiban sebagaimana dimaksud dalam laporan tersebut yang belum dituntaskan oleh Persija," lanjut pernyataan tersebut.
Manajemen menegaskan pemenuhan hak pemain merupakan bagian dari tanggung jawab membangun lingkungan sepak bola profesional yang sehat. Persija menyebut komitmen itu dipegang teguh dalam proses tata kelola klub.
"Persija senantiasa menempatkan pemenuhan hak pemain sebagai salah satu prioritas utama dalam pengelolaan klub," tulis Persija.
Di sisi lain, APPI menyatakan akan terus mengawasi pemenuhan hak pesepakbola profesional. Persija sendiri saat ini berada di papan atas klasemen Super League.