PONTIANAK — Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan membuka kejuaraan tersebut dan menyebut gelaran tahun ini sebagai kesempatan memperkenalkan potensi Sungai Kapuas. Menurut dia, Dragon Boat Race bukan sekadar pertandingan untuk mengejar kemenangan, melainkan juga ajang menghidupkan daya tarik Pontianak sebagai kota wisata olahraga.
"Alhamdulillah, hari ini Dragon Boat Race 2026 bisa kita laksanakan, walaupun sempat tertunda karena kabut asap. Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan motivasi dan semangat bagi kita semua, terutama dalam mendukung pembangunan Kota Pontianak dan Kalimantan Barat secara umum," ujar Bahasan saat membuka kejuaraan, Jumat (6/11/2026).
Penundaan pada Agustus lalu membuat sejumlah tim harus menyesuaikan jadwal persiapan. Kini kayuhan dayung kembali membelah aliran Sungai Kapuas, dengan perahu-perahu naga berpacu membawa semangat kompetisi sekaligus harapan menjadikan sungai kebanggaan warga sebagai panggung wisata olahraga.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah memperlihatkan bahwa olahraga perahu naga punya daya tarik untuk terus dikembangkan. Karakter Sungai Kapuas yang menjadi salah satu potensi utama kota dinilai menjadi modal bagi Pontianak untuk menggelar kompetisi olahraga air secara lebih besar.
Bahasan berharap Dragon Boat Race dapat menjadi agenda internasional yang digelar secara rutin. Kehadiran peserta dan tamu dari luar negeri, termasuk China, Taiwan, dan Malaysia, disebut menjadi salah satu peluang memperluas jangkauan kejuaraan pada masa mendatang.
"Kita akan terus dorong ke depan. Mudah-mudahan Dragon Boat Race ini bisa menjadi agenda internasional yang tetap, sehingga Kota Pontianak dan Kalimantan Barat semakin dikenal di berbagai daerah maupun negara," katanya.
Dampak yang diharapkan tidak berhenti pada prestasi atlet. Kejuaraan berskala besar berpotensi menggerakkan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.
Semakin banyak peserta dan pengunjung yang datang, semakin terbuka pula peluang ekonomi bagi masyarakat. Bagi pedagang di sekitar venue dan pelaku UMKM, gelaran tiga hari ini menjadi momen yang dinanti setelah aktivitas sempat surut akibat kabut asap.
Pemerintah Kota Pontianak menyatakan akan terus mendorong kejuaraan ini menjadi agenda tetap. Dengan posisi Sungai Kapuas sebagai ikon kota, Dragon Boat Race diharapkan tidak hanya memperkuat prestasi cabang dayung, tetapi juga memperluas jangkauan Pontianak dan Kalimantan Barat di tingkat regional maupun internasional.