Osmar Loss Sebut Liga Indonesia Lebih Kompetitif dari Thailand, Yakin Timnas Bisa ke Piala Dunia

Penulis: Ramli Siregar  •  Senin, 02 November 2026 | 21:03:01 WIB
Pelatih Dewa United, Osmar Loss, menilai Liga Indonesia lebih kompetitif dibanding Liga Thailand.

KALIMANTAN BARAT — Osmar Loss menilai Liga Indonesia lebih kompetitif dibanding Liga Thailand usai membawa Dewa United mengalahkan Persija Jakarta 2-1 pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027 di Banten International Stadium, Serang, Sabtu (31-10-2026). Pelatih asal Brasil itu menilai persaingan gelar juara di Indonesia jauh lebih terbuka ketimbang Thailand yang didominasi Buriram United.

Osmar Loss punya pembanding kuat untuk klaimnya. Ia pernah menangani Buriram United pada Juni 2024 hingga Oktober 2025, memimpin 72 pertandingan dengan rapor 49 kemenangan, 14 imbang, dan sembilan kekalahan.

Dalam periode itu, Osmar Loss mempersembahkan empat gelar kepada Buriram United meliputi Thai League 1, Thai FA Cup, Thai League Cup, dan ASEAN Club Championship (ACC).

Tujuh atau Delapan Tim Bersaing di Liga Indonesia

Bagi Osmar Loss, jumlah tim yang realistis bersaing menjadi juara adalah indikator utama kompetitivitas sebuah liga. Di Indonesia, angka itu jauh lebih besar dibanding Thailand.

"Sangat jelas sepak bola Indonesia lebih kompetitif. Ketika musim dimulai, menurut saya ada sekitar tujuh atau delapan tim yang berpikir bahwa mereka memiliki peluang untuk menjadi juara pada akhir musim," ujar Osmar Loss.

Ia membandingkan dengan Liga Thailand yang menurutnya hanya dihuni tiga sampai empat tim penantang gelar. Sisanya sudah tahu posisi yang harus diperjuangkan sejak awal musim.

"Ketika membicarakan Thailand, kita tahu ada Buriram, ditambah dua atau tiga tim lainnya yang setiap musim bersaing untuk memperebutkan gelar juara. Sementara tim-tim lainnya sudah mengetahui posisi yang harus mereka perjuangkan," lanjut Osmar Loss.

Karakter Permainan Indonesia Dinilai Mirip Liga Iran

Osmar Loss tidak hanya membandingkan Liga Indonesia dengan Thailand. Pelatih berusia 51 tahun itu justru menyamakan karakteristik sepak bola Indonesia dengan Liga Iran.

Pengalaman di Iran cukup lengkap. Osmar Loss pernah menjadi asisten pelatih Persepolis pada 2022-2024, lalu dipercaya sebagai pelatih utama pada 2024 dan 2025-2026. Bersama Persepolis, ia memberikan gelar Persian Gulf Pro League atau kasta teratas Liga Iran pada 2023/2024.

"Di Iran, menurut saya permainannya mirip dengan yang ada di sini. Mereka banyak menggunakan kontak fisik, seperti halnya di Iran. Sepak bola di Iran sangat keras," ungkap Osmar Loss.

"Sangat sulit mencetak gol di sana karena pertahanan tim-tim mereka sangat bagus."

"Secara umum, menurut saya persaingan perebutan gelar juara di Indonesia mirip dengan Iran. Permainan sepak bolanya juga lebih mirip dengan Iran dibandingkan Thailand," jelasnya.

Syarat Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia

Dari penilaian soal kompetisi, Osmar Loss sampai pada kesimpulan soal peluang Timnas Indonesia di pentas global. Kuncinya bukan sekadar hasil jangka pendek, melainkan konsistensi pembinaan.

"Saya pikir Indonesia harus terus meningkatkan kualitas pemain dan mengembangkan pemain-pemain baru agar kompetisi setiap musim menjadi lebih baik," tuturnya.

"Dengan begitu, mungkin dalam beberapa tahun ke depan kita bisa membicarakan Indonesia untuk tampil di Piala Dunia," ucapnya.

Kemenangan 2-1 atas Persija Jakarta menjadi modal Osmar Loss membangun argumen tersebut. Dewa United kini disebutnya berada di jalur yang tepat untuk bersaing di papan atas BRI Super League 2026/2027.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: bola.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top