KALIMANTAN BARAT — PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk bersubsidi 31.267 ton untuk wilayah Madiun Raya menjelang musim tanam Oktober–Maret, berdasarkan posisi stok per 7 Oktober 2026. Ketersediaan ini memastikan petani terdaftar di lima kabupaten/kota bisa menebus pupuk sesuai alokasi pemerintah. Realisasi penyaluran di wilayah tersebut sudah mencapai 77 persen dari total alokasi tahun ini.
Paragraf pembuka: Regional CEO 3 Pupuk Indonesia Eko Suroso menyampaikan hal itu dalam Media Gathering Regional 3 di Madiun, Jumat (9/10/2026). Ia menekankan petani terdaftar di Madiun Raya dapat menebus pupuk sesuai alokasi yang ditetapkan, sehingga aktivitas musim tanam berjalan optimal.
Stok 31.267 ton di Madiun Raya mencakup Kabupaten/Kota Madiun, Pacitan, Ponorogo, Magetan, dan Ngawi. Komposisinya didominasi Urea sebanyak 16.433 ton dan NPK Phonska 10.886 ton.
Jenis lainnya adalah organik Petroganik 3.764 ton, NPK Kakao 19 ton, dan ZA 166 ton. Seluruh stok tercatat per 7 Oktober 2026.
Di tingkat provinsi, stok Jawa Timur mencapai 251.954 ton. Rinciannya: Urea 145.489 ton, NPK Phonska 90.294 ton, organik Petroganik 11.913 ton, ZA 2.724 ton, SP-36 1.187 ton, dan NPK Kakao 348 ton.
Penyaluran pupuk bersubsidi di Madiun Raya pada periode yang sama mencapai 237.385 ton, atau 77 persen dari alokasi 306.864 ton. Angka itu menunjukkan serapan berjalan sesuai jadwal musim tanam.
Sementara realisasi Jawa Timur mencapai 1.699.530 ton atau 78 persen dari alokasi 2.182.522 ton sepanjang 2026.
Eko mengingatkan petani agar mengaplikasikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman, bukan sekadar mengandalkan pengalaman. "Tidak serta-merta mengaplikasikan pupuk hanya berdasarkan pengalaman, tapi sesuai kebutuhan tanaman," katanya.
Dengan cara itu, alokasi pupuk bersubsidi yang ditetapkan pemerintah dapat terserap sesuai kebutuhan. Panen optimal, kesuburan tanah tetap terjaga.
Senior Manager Regional 3A Pupuk Indonesia Wawan Arjuna menjelaskan, Media Gathering ini juga menjadi upaya mengoptimalkan penyerapan pupuk organik Petroganik di Madiun Raya. Sekitar 73 persen lahan pertanian di Indonesia membutuhkan bahan organik untuk memenuhi unsur hara tanah.
Kandungan C-Organik pada Petroganik disebut cukup tinggi, minimal 15 persen. "Pengaplikasian Petroganik dapat memperbaiki media tanah sekaligus mendukung efisiensi penggunaan pupuk," ujar Wawan.
Pihaknya mendorong petani tidak hanya memberi nutrisi bagi tanaman, tetapi juga memperbaiki kondisi tanah. "Kita dorong petani tidak hanya memberi makanan untuk tanamannya, tapi juga memperbaiki tanahnya," tuturnya.
Penutup: Dengan stok yang tersedia dan serapan yang sudah berjalan, petani Madiun Raya punya ruang cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk hingga Maret mendatang. Bagi Pupuk Indonesia, kelancaran penyaluran di lima kabupaten/kota ini menjadi ujian awal sebelum menghadapi puncak musim tanam di wilayah lain Jawa Timur.